Gedung Kementerian BUMN. Foto: dok Kementerian BUMN.
Gedung Kementerian BUMN. Foto: dok Kementerian BUMN.

Kementerian BUMN Bakal Bangun Markas Besar di Luar Negeri

Ekonomi BUMN Kementerian BUMN
Media Indonesia.com • 19 November 2020 12:25
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun satu markas kerja yang besar di luar negeri dalam mewujudkan BUMN go global.
 
"Selama ini, mereka (perusahaan BUMN) berkantor sendiri di luar negeri. Harapannya, nanti ada suatu gedung atau kantor dengan bendera merah putih berkibar dengan tulisan Indonesia Incorporated," ujar Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dalam acara Ngopi BUMN secara virtual, di Jakarta, Rabu, 18 November 2020.
 
Susyanto berkeyakinan, dengan dibangunnya kantor besar Indonesia Incorporated, perusahaan BUMN dapat memiliki brand sendiri. Selain itu, BUMN juga dapat menghemat biaya operasional di luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau bisa kita enggak usah sewa gedung lagi. Tapi bisa beli satu gedung yang luas. Dengan adanya Indonesia Incorporated, berkantor di sana dan ada branding dengan bendera Indonesia, logo BUMN," jelas Susyanto.
 
Dari data yang dipaparkan BU­MN, saat ini perusahaan pelat merah telah memiliki 83 kantor cabang di 26 negara, dari perbankan seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, lalu ada Telkom, Pertamina. Ada­pun total realisasi ekspor BUMN mencapai USD6,68 miliar.
 
Susyanto menuturkan upaya untuk mewujudkan BUMN go global dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri pada Juli lalu perihal pengembangan usaha pelat merah tersebut.
 
Susyanto pun menjelaskan ada empat tujuan terkait dengan BUMN go global, yakni penguatan produk BUMN, incorporated, memperbaiki supply chain, dan memanfaatkan momentum. Oleh karena itu, ia mengingatkan para direksi BUMN untuk mempersiapkan diri menghadapi target BUMN go global pada 2021.
 
Kesiapan BUMN go global dikemukakan Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka Budi Noviantoro. Ia menuturkan pihaknya bakal membangun pabrik kereta api di Afrika. Menurutnya, pembangunan ter­se­but karena kebutuhan atau demand kereta api cukup besar.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif