Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin. Foto : MI/Adam Dwi.
Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin. Foto : MI/Adam Dwi.

Pemerintah Pastikan Fokus Pengembangan UMKM RI

Ekonomi UMKM maruf amin
Annisa ayu artanti • 16 November 2020 13:52
Jakarta: Pemerintah terus memberikan prioritas pengembangan kepada usaha mikro di seluruh pelosok Tanah Air. Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin mengatakan demikian lantaran usaha mikro dan kecil adalah tulang punggung dalam penyerapan tenaga kerja yang menyerap hampir 75 persen dari seluruh angkatan kerja.
 
"Pengembangan UMKM menjadi sangat penting sebagai upaya kita untuk mengurangi kesenjangan," kata Ma'ruf dalam acara Baitu Al-Maal Wa Al-Tamil (BMT) Summit 2020, Senin, 16 November 2020.
 
Ia menjelaskan, dengan jumlah yang tidak kurang dari 4.000, BMT berpotensi untuk menggerakkan perekonomian dari bawah sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya juga berpendapat bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk kita dapat menggelorakan kembali berbagai upaya untuk memberdayakan usaha mikro dan kecil," ujarnya.
 
Menurutnya, terdapat dua hal yang membuat saat ini merupakan momen yang tepat untuk merealisasikan segenap potensi usaha mikro kecil. Pertama, pemerintah sedang berupaya keras untuk membangkitkan perekonomian yang telah mulai menunjukkan adanya pemulihan. Tahun ini pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
"Dari jumlah tersebut, sekitar Rp350 triliun atau lebih dari 50 persen dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat dan UMK. Selain itu juga diberikan berbagai insentif lainnya, termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari Rp100 triliun," sebutnya.
 
Kedua, pemerintah saat ini memiliki kemauan politik yang sangat tinggi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
 
Dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah menyatakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan kepada empat hal yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah. Keempat fokus tersebut sangat erat kaitannya dengan pengembangan UMKM.
 
Sehingga, secara langsung atau tidak,suksesnya pelaksanaan empat fokus tersebut akan menghasilkan usaha mikro dan kecil termasuk BMT yang tangguh dan memiliki daya saing.
 
"Sebagai ketua harian KNEKS, saya akan memastikan seluruh Kementerian dan Lembaga untuk melaksanakan berbagai upaya tersebut," pungkasnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif