Ilustrasi. Foto: dok PLN.
Ilustrasi. Foto: dok PLN.

Tarif Listrik Bisa Naik Bisa Turun, Cek 13 Golongan Nonsubsidi Ini

Ekonomi Listrik PLN Kementerian ESDM Tarif Listrik Subsidi Listrik
Desi Angriani • 03 Desember 2021 16:02
Jakarta: Sebanyak 13 golongan pelanggan listrik nonsubsidi perlu bersiap dengan penyesuaian tarif mulai tahun depan. Hal ini seiring dengan rencana penyesuaian kembali tarif dasar listrik yang tengah dibahas oleh pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI.
 
"Tarif listrik bagi golongan pelanggan nonsubsidi ini bisa berfluktuasi, alias naik atau turun setiap tiga bulan, disesuaikan dengan setidaknya tiga faktor, yakni nilai tukar mata uang, harga minyak mentah dunia, dan inflasi," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, dilansir Antara, Jumat, 3 Desember 2021.
 
Ini kelompok 13 pelanggan listrik nonsubsidi berdasarkan data Kementerian ESDM:
  1. Pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA.
  2. Pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA.
  3. Pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500-5.500 VA.
  4. Pelanggan rumah tangga dengan daya 6.600 VA ke atas.
  5. Pelanggan bisnis dengan daya 6.600-200 kVA.
  6. Pelanggan pemerintah dengan daya 6.600-200 kVA.
  7. Penerangan jalan umum.
  8. Pelanggan rumah tangga daya 900 VA atau rumah tangga mampu (RTM).
  9. Pelanggan bisnis daya >200 kVA.
  10. Pelanggan industri daya >200 kVA.
  11. Pelanggan pemerintah daya >200 kVA.
  12. Layanan khusus.
  13. Industri dengan daya >= 30 ribu kVA ke atas atau pelanggan tegangan tinggi.
Rida menjelaskan, selama ini pemerintah menahan penerapan skema penyesuaian tarif listrik dengan alasan daya beli masyarakat masih rendah. Kondisi itu membuat pemerintah harus memberikan kompensasi kepada PLN terhadap Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik atau tarif keekonomian dengan tarif yang dipatok pemerintah bagi pelanggan nonsubsidi sejak 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kapan tariff adjustment naik tentunya kami harus bicara dengan sektor lain. Kami hanya menyiapkan data dan beberapa skenario, keputusannya kepada pimpinan," jelas Rida.
 
50% penerima subsidi listrik rumah tangga mampu
 
Di sisi lain, 50 persen penerima subsidi listrik merupakan pelanggan rumah tangga mampu. Bahkan masyarakat miskin dan rentan yang masuk dalam kelompok 40 persen ekonomi terbawah hanya menikmat 26 persen dari subsidi listrik.
 
Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto menyebut jumlah penerima subsidi untuk golongan 450 VA contohnya, dalam data PLN sebesar 23,9 juta rumah tangga. Namun dalam DTKS yang masuk dalam kategori penerima subsidi sebesar 12,6 juta rumah tangga.
 
Artinya ada selisih 1,3 juta rumah tangga yang dapat dikurangi. Jumlah ini menurut data DTKS tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi listrik rumah tangga miskin dan rentan.

 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif