Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - - Foto: dok Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - - Foto: dok Kemenperin

Menperin: Kehadiran IKM Jadi Kunci Dorong Substitusi Impor

Ekonomi UKM impor Kementerian Perindustrian
Suci Sedya Utami • 09 September 2021 20:37
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberadaan industri kecil dan menengah (IKM) bisa menjadi penopang untuk mencapai target substitusi impor.
 
Kementerian Perindustrian sendiri telah meluncurkan program substitusi impor 35 persen pada 2022 atau nilainya mencapai Rp152,8 triliun. Program ini dibuat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri di dalam negeri. Ia bilang selama ini masih banyak kebutuhan bahan baku yang dipenuhi dari impor dan membuat industri di dalam negeri menjadi kalah saing.
 
"Padahal industri kecil dan menengah itu sangat penting karena akan memperkuat struktur industri manufaktur. Dengan adanya industri kecil bisa mendorong substitusi impor 35 persen," kata Agus dalam peluncuran peningkatan mutu sistem pengadaan BUMN, Jakarta, Kamis, 9 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Agus, IKM telah terbukti menjadi penopang perekonomian di beberapa krisis. IKM memiliki tingkat resiliensi yang besar dan mampu bertahan. Menurutnya dengan tumbuhnya industri kecil akan meningkatkan perekonomian di tingkat bawah (grassroot) dan menciptakan lapangan pekerjaan.
 
Untuk mendorong pertumbuhan IKM yang perlu dilakukan misalnya melalui pemberdayaan IKM dengan berbagai program keberpihakan. Salah satunya yakni yang dilakukan oleh Kementerian BUMN dengan mensinergikan perusahaan pelat merah dan IKM melalui program pasar digital (PaDi) UMKM. Dengan program ini, BUMN diwajibkan membeli kebutuhan pengadaan barang dan jasanya dari yang diproduksi UMKM.
 
"Kita sama-sama tahu terdapat potensi yang sangat besar pada belanja barang dan jasa terhadap produk dalam negeri oleh BUMN. Sudah ada regulasi bagi kita semua untuk membelanjakan melalui IKM dan industri dalam negeri," ujar Agus.
 
Bahkan, lanjut Agus, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menurunkan (take down) produk-produk impor dalam e-katalog LKPP apabila ada produk dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif