Ilustrasi kilang minyak. Foto: AFP
Ilustrasi kilang minyak. Foto: AFP

Akibat Covid-19, Lelang Blok Migas Tertunda hingga Kuartal I-2021

Ekonomi migas Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 02 September 2020 15:12
Jakarta: Rencana untuk melelang 12 wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas) baru di tahun ini berpotensi gagal. Artinya, tidak ada blok yang akan dilelang di 2020.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan hal ini pun telah mempertimbangkan usulan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang meminta agar lelang ditunda ke tahun depan. Ia bilang adanya pandemi covid-19 membuat banyak pelaku kegiatan hulu migas mengkaji kembali portofolio investasinya.
 
"Tahun ini kita ada rencana lelang 12 wilayah kerja baru. Tapi karena covid-19 diperkirakan respons KKKS enggak terlalu (besar). Kontraktor migas malah menyarankan ini di-reschedule di kuartal pertama tahun depan," kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di saat yang bersamaan, pemerintah juga tengah berupaya memperbaiki iklim investasi hulu migas di Tanah Air, salah satunya dengan memberikan fleksibilitas bagi KKKS untuk memilih skema kontrak bagi hasil. Dalam beberapa tahun terakhir, untuk kontrak-kontrak baru memang diwajibkan menggunakan skema gross split.
 
Namun, kata Arifin, mencermati keluhan dari KKKS yang mengelola lapangan-lapangan baru, memiliki kecenderungan risiko yang tinggi. Banyak KKKS yang merasa keberatan, sebab produksi lapangan baru kebanyakan belum terbukti, sementara KKKS mesti menanggung biaya di awal.
 
"Gross split ada juga yang harus kita cermati untuk lapangan-lapangan baru yang berisiko tinggi, KKKS enggak mau berspekulasi, kecuali lapangan-lapangan lama yang sudah terbukti," tutur mantan Dubes Indonesia untuk Jepang ini.
 
Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial mengatakan harusnya lelang dilakukan di kuartal kedua 2020. Namun karena adanya pandemi covid-19 membuat rencana tersebut tertunda. Ia mengatakan banyak badan usaha yang mengusulkan agar penawaran dimundurkan ke kuartal ketiga atau keempat yang tentunya dengan mempertimbangkan kondisi pergerakan harga minyak.
 
"Kami dalam waktu dekat ini akan memutuskan apakah di akhir triwulan ketiga atau triwulan keempat tahun ini," kata Ego.
 
Dari 12 wilayah kerja, dua di antaranya berada di laut dalam yang ada di Selat Sulawesi dan Kalimantan. Ego mengatakan blok-blok tersebut memiliki potensi sumber daya (resource) dengan total mencapai 3,4 miliar barel minyak dan lima triliun kaki kubik (TFC) untuk gas. Ego bilang, apabila 10-15 persen dari sumber daya tersebut bisa berubah menjadi cadangan, maka akan bisa meningkatkan produksi siap jual (lifting) migas ke depannya.
 
"Kalau mau membuktikan menjadi cadangannya berapa harus lewat eksplorasi," jelas Ego.
 
Adapun mengacu data Kementerian ESDM terkait WK yang rencananya dilelang di tahun ini yaitu WK Merangin III yang berlokasi di Sumatra Selatan dan Jambi (onshore), WK Sekayu yang berlokasi di Sumatra Selatan (onshore), WK North Kangean berlokasi di Jawa Timur (offshore), WK Cendrawasih berlokasi di Papua (offshore), dan WK Mamberamo berlokasi di Papua (onshore dan offshore).
 
Kemudian WK West Palmerah yang berlokasi di Sumatra Selatan dan Jambi (onshore), WK Rangkas yang berlokasi di Jawa Barat dan Banten (onshore), WK Liman berlokasi di Jawa Timur (onshore), WK Bose berlokasi di NTT (onshore dan offshore), dan terakhir WK Maratua II yang berlokasi di Kalimantan Utara (onshore dan offshore).
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif