Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Cegah Monopoli Lion Air, Erick Thohir Tak akan Tutup Garuda

Ekonomi Garuda Indonesia Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 02 Juli 2020 20:15
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dirinya tidak akan menutup atau membubarkan PT Garuda Indonesia (Persero).
 
Padahal, bisa saja bagi Erick untuk menutup Garuda dengan melihat kondisi maskapai penerbangan pelat merah itu saat ini yang dilanda beban berat akibat pandemi covid-19. Keuangan perseroan kini bisa dibilang sedang sesak nafas karena penurunan penumpang di masa pandemi.
 
Bahkan karena kondisi tersebut, Garuda Indonesia harus ditopang oleh pemerintah menggunakan dana talangan sebesar Rp8,7 triliun. Lantaran Garuda memiliki utang jatuh tempo sebesar USD500 juta pada pertengahan tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick mengatakan kehadiran dan tetap beroperasinya Garuda Indonesia bisa mencegah adanya monopoli usaha. Monopoli merupakan kegiatan ekonomi yang dikuasai oleh satu pemain.
 
"Karena kalai kita tutup sekarang ini jadi monopoli, saya bukannya anti Lion Air. Tapi kalau ini (Lion Air) cuma satu-satunya, akhirnya jadi monopoli," kata Erick dalam webinar, Kamis, 2 Juli 2020.
 
Erick mengatakan bahkan sebelum dirinya menjadi menteri pun, kasus ribu-ribut harga tiket pesawat sudah lebih dulu terjadi karena adanya oligopoli.
 
Oligopoli merupakan penawaran satu jenis barang yang dikuasai oleh beberapa perusahaan yang umumnya lebih dari dua perusahaan, namun kurang dari 10. Ia bilang, BUMN harus hadir ketika ada persaingan tidak sehat.
 
Hal yang sama juga ia katakan untuk PT Kereta Api (Persero) dan PT Angkasa Pura (Persero). Angkasa Pura juga mengalami penurunan bisnis akibat penurunan pergerakan penumpang yang sangat jauh. Demikian juga dengan KAI yang mengalami penurunan penumpang.
 
"Tapi ini tetap kita jaga karena enggak mungkin airport dan kereta api ditutup," jelas Erick.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif