Ilustrasi bendera Indonesia - - Foto: AFP/ Bay Ismoro
Ilustrasi bendera Indonesia - - Foto: AFP/ Bay Ismoro

Pembangunan IKN Game Changer Indonesia Jadi Negara Maju

Ekonomi pemindahan ibukota Bappenas Ekonomi Indonesia Ibu Kota Baru Negara Maju Middle income trap
Eko Nordiansyah • 26 Januari 2022 23:21
Jakarta: Pemerintah telah menetapkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur demi mencapai visi Indonesia Maju pada 2045. Visi tersebut akan membawa Indonesia keluar dari jebakan middle income trap.
 
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar mengatakan pihaknya telah menyusun enam strategi besar transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pembangunan IKN.
 
"Strategi ini menjadi game changer menuju ekonomi maju, salah satunya adalah pemindahan Ibu Kota Negara. Pemindahan IKN merupakan salah satu game changer bagi ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih cepat dan ini menjadi upaya mencari sumber perekonomian baru," kata dia dalam webinar Hipmi, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Ia menambahkan, pembangunan IKN di luar Jawa ini juga diharapkan dapat menyeimbangkan perekonomian yang merata. Pasalnya selama ini ekonomi Indonesia masih terpusat di pulau Jawa, sehingga pemindahan IKN akan membantu pembangunan di luar Jawa sekaligus mendukung pemulihan ekonomi dari pandemi.
 
"Kita tetap optimistis dan sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 ini kita bicara target adalah 5,2-5,5 persen. Artinya, ini saatnya 2022 kita harus pulih karena kita tahu, 2021 sepanjang tahun diperkirakan mungkin ekonomi Indonesia tumbuh 3,8-4 persen. Artinya, 2022 kita harus tumbuh lebih cepat," ungkapnya.
 
Amalia menyebut berlanjutnya pemulihan ekonomi tahun ini akan menjadi suntikan positif untuk mencapai penguatan pemulihan (recover stronger) sesuai dengan tema Presidensi G20 Indonesia. Namun disamping mendorong pemulihan ekonomi nasional, pemerintah juga akan tetap memperhatikan indikator lain.
 
"Tentunya selain sasaran pertumbuhan ekonomi, kita pun harus bisa menurunkan tingkat kemiskinan, pengangguran, juga gini ratio dan kemudian kita harus menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca. Selanjutnya adalah investasi dan ekspor akan menjadi kunci pemulihan," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif