Ilustrasi. FOTO: Antam
Ilustrasi. FOTO: Antam

Pelemahan Terhenti, Emas Antam Kinclong di Rp975 Ribu/Gram

Ekonomi Harga Emas emas Antam
Antara • 12 Mei 2022 10:01
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Kamis terpantau di posisi Rp975 ribu per gram atau melonjak Rp9.000 per gram ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp966 ribu per gram. Logam mulia mampu menguat usai tiga hari sebelumnya konsisten tergerus di tengah agresifnya The Fed menaikkan suku bunga.
 
Mengutip laman Logam Mulia Antam, Kamis, 12 Mei 2022, pembelian emas dengan ukuran dua gram yang dijual di Gedung Antam dipatok sebesar Rp1,98 juta. Untuk emas batangan dengan ukuran tiga gram dibanderol sebesar Rp2,8 juta. Sedangkan emas batangan dengan ukuran lima gram harganya yakni Rp4,7 juta.
 
Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp9,3 juta. Kemudian untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp23 juta. Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp46 juta.
 
Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp92 juta. Pembelian emas dengan ukuran 250 gram harganya sebesar Rp230 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 500 gram, harganya Rp459 juta. Sementara itu, pembelian emas dengan ukuran 1.000 gram, harganya Rp919 juta.
 
Sementara itu, emas lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan dua hari beruntun. Hal itu karena dolar AS tergelincir di tengah sedikit pendinginan harga konsumen untuk April, namun data inflasi tersebut masih lebih tinggi dari perkiraan.

Kontrak emas teraktif

Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Juni terangkat USD12,7 atau 0,69 persen menjadi USD1,853,70 per ons. Sehari sebelumnya, Selasa, 10 Mei, emas berjangka tergelincir USD17,6 atau 0,95 persen menjadi USD1.841,00, setelah anjlok USD24,2 atau 1,29 persen menjadi USD1.858,60 pada Senin, 9 Mei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertumbuhan harga konsumen AS melambat pada April karena harga bensin turun dari rekor tertinggi, menunjukkan inflasi mungkin telah mencapai puncaknya, meskipun kemungkinan akan tetap panas untuk sementara dan menjaga Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk mendinginkan permintaan.
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS naik 8,3 persen secara tahun ke tahun pada April, sedikit lebih tinggi dari 8,1 persen yang diperkirakan para ekonom.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif