Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Anggaran Kemendag Rp2,38 Triliun akan Digunakan untuk 4 Program Ini

Ekonomi Anggaran Kementerian Kementerian Perdagangan M.Lutfi
Annisa ayu artanti • 22 September 2021 11:48
Jakarta: Kementerian Perdagangan mengantongi persetujuan penyesuaian anggaran 2022 sebesar Rp2,38 triliun dari Komisi VI DPR-RI.
 
Menteri Perdagangan M Lutfi mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk menggerakkan empat program utama kementerian.
 
"Anggaran tersebut akan kami alokasikan ke empat program yang telah kami siapkan, yaitu Program Dukungan Manajemen, Program Perdagangan Dalam Negeri, Program Perdagangan Luar Negeri, serta Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi," jelas Lutfi dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain anggaran tersebut, Lutfi juga menjelaskan, Komisi VI DPR-RI juga menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerian Perdagangan 2022 sebesar Rp488,73 miliar.
 
Anggaran itu akan digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan, di antaranya penyelenggaraan Sail Tidore, presidensi G20, persiapan menjadi tuan rumah ASEAN 2023, serta tuan rumah International Cocoa Organization dan International Tripartite Rubber Council.
 
"Sedangkan mengenai presidensi G20, Mendag RI ditugaskan sebagai Ketua Pelaksana Side Events. Maka, setelah Kementerian Keuangan melakukan rapat koordinasi lintas K/L pada 7 September 2021, Kemendag kembali menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp21,4 miliar untuk membiayai beberapa kegiatan side events tersebut," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Lutfi juga menuturkan, alokasi pagu anggaran 2022 pada Program Dukungan Manajemen lebih besar dari alokasi anggaran program teknis. Hal itu karena semua belanja pegawai maupun belanja operasional untuk seluruh unit kerja di Kementerian Perdagangan dialokasikan pada Program Dukungan Manajemen.
 
Sementara, alokasi anggaran untuk program teknis dialokasikan khusus hanya untuk membiayai pelaksanaan program atau kegiatan sesuai dengan sasaran dan target kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Rencana Strategis, dan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2022.
 
Namun, hingga saat ini, Kementerian Perdagangan belum mendapatkan informasi terkait usulan tambahan anggaran tahun anggaran 2022 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas maupun dari Kementerian Keuangan.
 
"Apabila tidak ada tambahan anggaran sesuai usulan kami, tentunya kami perlu melakukan optimalisasi dengan merealokasi anggaran yang ada agar pelaksanaan program atau kegiatan yang mendesak dan harus dilaksanakan pada 2022 dapat kami laksanakan dengan baik," pungkasnya.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif