Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago menilai program Food Estate yang dicanangkan Kementan berjalan dengan baik (Foto:Dok)
Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago menilai program Food Estate yang dicanangkan Kementan berjalan dengan baik (Foto:Dok)

Irma Suryani Chaniago Sebut Program Food Estate on the Track

Ekonomi berita kementan
M Studio • 25 Agustus 2021 14:46
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan program Food Estate sebagai program jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri.
 
Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago menilai program Food Estate yang dicanangkan Kementan berjalan dengan baik.
 
"Program Food Estate yang dicanangkan dan sudah dikerjakan oleh Kementerian Pertanian sudah on the track, hasilnya pun sangat baik. Jika ada beberapa yang masih butuh penanganan tim ahli pertanian itu adalah hal yang wajar karena lahan yang digunakan banyak lahan baru, dan tentu masih butuh pengolahan sampai dapat menghasilkan sebagaimana yang diharapkan,’’ ujar Irma Suryani Chaniago melalui keterangan tertulis, Rabu, 25 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut Irma menilai tanaman kentang, bawang merah, dan padi sangat memuaskan, meski tidak dipungkiri tanaman bawang putih belum optimal.
 
"Food Estate akan mencapai target hasil maksimal jika kerja sama antara pemerintah yang menyediakan lahan dan bibit, serta teknologi dengan petani yang mengelola memiliki satu misi dan visi, karena jika tidak terjadi simbiosis mutualisme antara petani pengolah lahan dan pemerintah maka hasil panen pasti tidak akan mencapai target,’’ ujarnya menekankan.
 
Selain itu, tanaman padi seluas 3 ribu hektare (ha) realisasi panennya 3 ribu ha, dengan produksi  13,8 ribu ton GKG. Artinya, terjadi peningkatan provitas 3 ton hingga 3,5 ton/ha menjadi 4,5 ton hingga 5 ton/ha.
 
"Sementara, realisasi tanam jagung 2 ribu ha dan realisasi  panen juga 2 ribu ha, dengan hasil produksi 3 ribu ton pipilan kering. Ini hasil yang luar biasa untuk dua  komoditas di atas,’’ kata Irma yang saat ini nonaktif di kepengurusan DPP NasDem karena menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pelindo I itu.
 
?Irma mengakui, memang saat ini masih ada yang harus menjadi perhatian pemerintah terutama pada komiditas bawang dan bawang putih.
 
"Karena kedua komoditas ini butuh teknologi yang tepat dalam pengolahan tanah untuk mencapai hasil maksimal, karena tanaman banyak ditanam pada lahan baru,’’ katanya menjelaskan.
 
Ia meyakini secara perlahan dan pasti program ini mulai memperlihatkan hasil sebagaimana yang disampaikan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, bahwa masih ada yang perlu dimaksimalkan.
 
"Food Estate yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura menurut saya, berjalan sesuai harapan. Jadi, tidak boleh ada yang pesimistis dengan mengatakan bahwa program ini gagal, jika ada di suatu wilayah ada tanaman yang belum menghasilkan produksi sesuai harapan, itu bukan berarti program ini gagal. Kita harus optimistis bahwa program ini ke depan akan menjawab pertanyaan tentang swasembada pangan,’’ ujarnya.
 


Food Estate Sumba Timur


 
Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jendaral Tanaman Pangan Kementan terkait Food Estatate Sumba Timur, program tersebut telah berhasil meningkatkan  produktivitas dan indek pertanian di wilayah tadah hujan/lahan kering dengan mengoptimalkan pasokan air melalui sumur bor, embung, dan mata air.
 
Pada musim tanam 2021 ini, empat Kecamatan di Sumba Timur  (Katiku Tana, Katiku Tana Selatan, Umbu Raty Nggay, Umbu Ratu Nggay Barat dan Mamboro), sebagai lokasi program food estate telah mencakup luas lahan sebanyak 10 ribu ha dengan rincian 5.620 ditanami padi dan sisanya komiditas jagung.
 
Data tersebut memperlihatkan peningkatan yang signifikan, karena pada 2020 di tempat yang sama, baru memanfaatkan lahan seluas 7 ribu ha. Artinya, dalam satu tahun terakhir terdapat kenaikan 3 ribu ha.
 
Perluasan lahan yang digunakan sebagai program food estate itu juga dibarengi dengan peningkatkan hasil tani. Produktivitas padi per hektar mengalami kenaikan yang semula bertengger di angka 2,5 ton meningkat menjadi 4–5 ton padi.
 
Sementara itu, komoditas tanaman jagung terjadi kenaikan signifikan yang semula hanya menghasilkan 4–5 ton per ha, dengan program Food Estate tersebut bisa mengatrol menjadi 5 hingga 6 ton.
 
Sementara itu dilaporkan  untuk melengkapi program Food Estate di Sumba, sampai saat ini  pembentukan Gapoktan (gabungan kelompok tani)  yang sudah dikukuhkan oleh SK Bupati Nomor 56/2021 tertanggal 29 Maret 2021, mencakup Gakpotan Bersama Pro Oli Milla Parewa Tana (Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat), Gapoktan Bersama Mbarabandja (Kecamatan Mamboro), Gapoktan Bersama Katiku Tana Selatan (Kecamatan Katiku Tana Selatan), Gapoktan Bersama Bangkit Bersama (Kecamatan Katikutana), dan Gapoktan Bersama Lakoka (Kecamatan Umbu Ratu Nggay).
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif