Ilustrasi cabai merah - - Foto: Antara/ M Adimaja
Ilustrasi cabai merah - - Foto: Antara/ M Adimaja

Juni Diprediksi Deflasi 0,09%, Survei BI: Gara-gara Harga Cabai Turun

Ekonomi Bank Indonesia harga cabai inflasi deflasi komoditas
Husen Miftahudin • 11 Juni 2021 15:35
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2021 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen (mtm). Meskipun demikian, bank sentral memastikan bahwa tingkat IHK tersebut masih relatif terkendali.
 
"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,40 persen (yoy)," ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Terjadinya deflasi utamanya disebabkan oleh cabai merah dan daging ayam ras yang hingga pekan kedua mengalami penurunan harga hingga 0,09 persen (mtm). Kemudian tarif angkutan antarkota yang turun harga sebesar 0,06 persen (mtm); cabai rawit 0,04 persen (mtm); bawang merah 0,02 persen (mtm); serta kelapa, tomat, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami inflasi antara lain telur ayam ras sebesar 0,04 persen (mtm); emas perhiasan sebesar 0,03 persen (mtm); serta minyak goreng, sawi hijau, kacang panjang, nasi dengan lauk, dan rokok kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
Terkait hal tersebut Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tegas Erwin.
 
Pada Mei 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga komoditas mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Dengan perkembangan ini, maka inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,90 persen, sedangkan inflasi secara tahunan 1,68 persen.
 
Inflasi Mei 2021 terjadi karena besarnya kenaikan harga bahan makanan untuk kebutuhan puasa dan Lebaran. Kenaikan terjadi karena tingginya permintaan masyarakat, utamanya pada daging ayam ras yang menyumbang inflasi 0,04 persen; jeruk, minyak goreng, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen; serta ayam hidup, kelapa, apel, dan kentang sebesar 0,01 persen.
 
Kelompok transportasi juga mencatat inflasi sebesar 0,71 persen. Kelompok pengeluaran ini memberi andil terhadap inflasi Mei 2021 sebesar 0,08 persen, dengan andil terbesar berasal dari tarif angkutan udara.
 
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,04 persen; tarif angkutan antarkota sebesar 0,02 persen; serta tarif parkir dan tarif kereta api masing-masing sebesar 0,01 persen.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif