Ilustrasi aktivitas pekerja di pabrik pembuatan pompa pembangkit listrik - - Foto: dok MI
Ilustrasi aktivitas pekerja di pabrik pembuatan pompa pembangkit listrik - - Foto: dok MI

Waduh! Jumlah Tenaga Kerja Industri Pengolahan Turun

Ekonomi Tenaga Kerja Bank Indonesia industri manufaktur Survei BI
Husen Miftahudin • 14 Oktober 2021 10:46
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks tenaga kerja di industri pengolahan terkontraksi sebesar 46,76 persen pada kuartal III-2021. Angka ini lebih rendah dibandingkan 47,68 persen pada kuartal sebelumnya.
 
"Hal ini sejalan dengan menurunnya komponen Volume Produksi pada periode tersebut," ungkap BI dalam dikutip dari laporan Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia Kuartal III-2021, Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Adapun Volume Produksi tercatat turun dan berada pada level kontraksi dengan indeks sebesar 49,46 persen, lebih rendah dari 54,20 persen pada kuartal sebelumnya seiring pembatasan aktivitas masyarakat sehingga berdampak pada permintaan masyarakat saat PPKM Darurat/Level 4 di sejumlah daerah dalam rangka pengendalian covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kuartal IV-2021, Penggunaan Tenaga Kerja sektor Industri Pengolahan diperkirakan membaik sejalan dengan meningkatnya Volume Produksi dengan indeks sebesar 48,83 persen, meski masih berada pada fase kontraksi (<50).
 
Secara keseluruhan, kinerja Industri Pengolahan kuartal III-2021 turun dan berada pada fase kontraksi. Hal ini tercermin dari PMI-BI sebesar 48,75 persen, atau lebih rendah dari 51,45 persen pada kuartal sebelumnya.
 
"Penurunan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan kuartal III-2021 dan perkiraan kuartal IV-2021 hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)," ungkap Bank Indonesia.
 
Bank sentral menjelaskan bahwa penurunan kinerja PMI-BI tersebut tercermin dari SBT kegiatan usaha Industri Pengolahan kuartal III-2021 dan perkiraan kuartal IV-2021 masing-masing sebesar minus 0,10 persen dan 1,13 persen.
 
Berdasarkan subsektor, penurunan kinerja PMI-BI kuartal III-2021 terjadi pada mayoritas subsektor Industri Pengolahan.

Berikut subsektor dengan indeks terendah;

  1. Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya (47,01 persen)
  2. Alat Angkut, Mesin, dan Peralatannya (48,0 persen)
  3. Pupuk, Kimia & Barang dari Karet (48,29 persen)

"Pada kuartal IV-2021, kinerja PMI-BI diprakirakan membaik dan berada pada fase ekspansi yang terjadi pada mayoritas subsektor. Sejumlah subsektor dengan indeks tertinggi pada subsektor Kertas dan Barang Cetakan (54,17 persen) dan Semen dan Barang Galian Non Logam (53,48 persen)," tutup laporan tersebut.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif