Ilustrasi bisnis maskapai dalam negeri - - Foto: Medcom
Ilustrasi bisnis maskapai dalam negeri - - Foto: Medcom

Sektor Penerbangan Domestik Diramal Rebound Awal 2022

Ekonomi bisnis maskapai Pesawat Jatuh Penerbangan
Antara • 15 April 2021 17:41
Jakarta: Pakar dan Peneliti Hukum Penerbangan dan Pembiayaan Pesawat Udara Universitas Padjadjaran Prita Amalia memprediksi sektor penerbangan domestik akan mulai bangkit pada awal 2022 dan penerbangan internasional membaik di 2023.
 
"Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi sebagai strategi pemulihan sektor penerbangan, seperti bantuan fiskal untuk pengurangan beban operasional," kata Prita Amalia yang juga Tim Riset Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia/INACA dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 15 April 2021.
 
Ia menegaskan bangkitnya sektor transportasi di Indonesia merupakan tanda bangkitnya perekonomian Indonesia. Karenanya, vaksinasi merupakan game changer pemulihan sektor penerbangan di Indonesia, sehingga diperlukan adanya kebijakan atau regulasi untuk mengakselerasi program vaksinasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk merumuskan INACA White Paper, pihaknya telah melakukan sejumlah kajian untuk proyeksi pemulihan sektor penerbangan. Di antaranya melalui aspek kesehatan terkait pengaturan vaksin dan pendistribusiannya.
 
"Juga aspek stimulus ekonomi terkait dukungan Pemerintah untuk sektor transportasi udara dan aspek yang terakhir dari aspek kebijakan yang hal ini terkait regulasi pembatasan pergerakan orang dan regulasi yang berkaitan dengan kapasitas penerbangan," tambah dia.
 
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menjelaskan kajian INACA White Paper berupa proyeksi pemulihan industri penerbangan, berdasarkan hasil pembahasan dengan pihak eksternal melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang telah diselenggarakan pada Februari hingga April 2021. Hal ini juga didasari bahwa industri penerbangan merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi virus covid-19.
 
"Kita ketahui bersama bahwa kinerja pada 2020 merosot sangat tajam dibanding 2019. Seperti pergerakan trafik turun 43 persen dari 2,1 juta menjadi 1,2 juta, lalu penumpang turun 70 persen dari 91,6 juta menjadi 35,4 juta, disusul, angkutan kargo turun 65 persen dari 1,1 juta menjadi 429 ribu ton. Dan juga pada sektor pariwisata, wisatawan mancanegara turun 71 persen dari 16 juta menjadi 4,6 juta wisman," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif