Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kinerja Ekspor RI ke Tiongkok, AS, Jepang Melaju

Ekonomi ekspor Kementerian Perdagangan ekspor-impor
Ilham wibowo • 19 Oktober 2020 08:14
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebut bahwa kinerja ekspor Indonesia berada di jalur yang baik untuk terus menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada September 2020, nilai total ekspor Indonesia mencapai USD14 miliar. Angka tersebut sedikit di atas rata-rata nilai Januari-Maret yang sebesar USD13,9 miliar per bulan.
 
"Ekspor Indonesia menunjukkan tren penguatan setelah mengalami kontraksi terdalam pada Mei 2020 akibat dampak negatif pandemi covid-19," ujar Agus melalui keterangan resmi, Senin, 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan kinerja ekspor Indonesia pada September 2020 sebesar tujuh persen dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) didorong adanya kenaikan ekspor migas sebesar 17,4 persen MoM maupun nonmigas sebesar 6,5 persen MoM. Menurut Agus, pertumbuhan ekspor pertanian sangat berkontribusi pada surplus neraca perdagangan.
 
"Peningkatan ekspor nonmigas September 2020 disebabkan oleh melonjaknya ekspor sektor pertanian dan industri, masing-masing sebesar 20,8 persen dan 7,4 persen MoM," paparnya.
 
Produk ekspor pertanian yang meningkat pesat pada September 2020 dibandingkan Agustus 2020 adalah sayuran yang naik 80,3 persen. Kemudian disusul ekspor buah-buahan yang naik 13,8 persen, serta kopi, teh dan rempah-rempah yang naik 25,8 persen.
 
Sementara itu, produk utama sektor industri yang meningkat pesat yakni besi dan baja yang tercatat naik 32,5 persen. Kendaraan dan bagiannya juga menyumbang kenaikan 28,3 persen serta lemak dan minyak hewan/nabati 13,1 persen.
 
Secara umum, ekspor nonmigas Indonesia ke pasar utama pada September 2020 turut meningkat. Ekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), AS, dan Jepang masing-masing meningkat sebesar 6,6 persen, 4,1 persen, dan 8,1 persen (MoM). Sementara itu, ekspor ke kawasan negara-negara berkembang relatif menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.
 
Ekspor ke Afrika Timur pada September 2020 tumbuh 44,7 persen (MoM); sedangkan ke wilayah Amerika Tengah tumbuh 43,1 persen (MoM). Ekspor ke Asia Tenggara yang juga merupakan pasar utama Indonesia turut naik 7,2 persen MoM.
 
Secara kumulatif, kinerja ekspor nonmigas Indonesia periode Januari-September 2020 turun 3,8 persen dibandingkan Januari-September 2019 (YoY). Meskipun demikian, terdapat produk ekspor utama yang meningkat seperti produk lemak dan minyak hewan/nabati (11,5 persen YoY), besi dan baja (36,3 persen YoY), logam mulia dan perhiasan/permata (32,4 persen YoY), serta alas kaki (7,6 persen YoY).
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif