Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Legislator Dorong Insentif yang Lebih Kuat untuk Tingkatkan Bauran Energi

Ekonomi migas pertambangan Energi Terbarukan DPR RI
Nia Deviyana • 21 Oktober 2020 15:29
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyoroti beberapa pandangan terhadap kebijakan pemerintah di bidang Pertambangan, Energi dan Migas di satu tahun pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
 
Di bidang pertambangan, kata dia, pemerintah sudah memberikan payung hukum yang kuat untuk para pelaku pertambangan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba).
 
"Ini adalah capaian tersendiri yang ditunggu sektor usaha dan dampaknya akan positif untuk pengembangan sektor pertambangan ke depannya," kata Eddy, dalam keterangan resminya, Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, perlu ada dorongan dan insentif yang lebih kuat dari pemerintah untuk memperbesar bauran energi, khususnya Energi Baru dan Terbarukan.
 
Menurut dia, potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sangat besar mencapai 418 GW, tetapi yang saat ini dimanfaatkan baru 2,5 persen.
 
"Kita perlu menggenjot pengembangan energi geothermal, angin, air dan tenaga surya dalam waktu dekat ini. Percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT ini penting pelestarian lingkungan hidup dan mengurangi secara signifikan ketergantungan terhadap energi fosil," kata mantan Direktur Investment Banking Group Asia Pacific di Merril Lynch ini.
 
Dia menyoroti pentingnya aksi cepat dan nyata untuk mencegah penurunan lifting migas yang secara konsisten dialami sejak beberapa tahun ini.
 
"Lifting migas tahun ini diperkirakan hanya 705 ribu barel per hari (bph) sementara kebutuhannya di dalam negeri sampai dua kali lipat," ujarnya.
 
Secara khusus, dia juga menyoroti beberapa investor migas seperti Shell di proyek Masela dan Chevron di proyek IDD yang justru keluar dari Indonesia.
 
Dia berharap, Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan ini bisa membuat Indonesia lebih bersaing sebagai destinasi investasi di sektor migas.
 
"Secara lebih spesifik menurut saya perlu disegerakan revisi UU Migas agar potensi di sektor ini bisa terus dioptimalkan dan investasi besar yang dibutuhkan di sektor migas akan hadir di Indonesia," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif