Gedung Pertamina. FOTO: Wikimedia Commons NaidNdeso
Gedung Pertamina. FOTO: Wikimedia Commons NaidNdeso

Restrukturisasi Pertamina Tuntutan sebagai Industri Migas Dunia

Ekonomi pertamina
Antara • 13 Oktober 2020 11:01
Jakarta: Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai restrukturisasi Pertamina sudah tepat. Pasalnya, selain membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut bergerak lebih lincah juga merupakan tuntutan sebagai industri migas dunia.
 
"Hampir semua perusahaan migas dunia sudah membentuk subholding, antara lain Total, Chevron, Premier Oil, dan bahkan Petronas. Pertamina harus mengikuti supaya tidak tertinggal dan bisa meningkatkan daya saing,” ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Menurut dia kompleksnya tantangan membuat industri energi global dituntut untuk bisa membuat keputusan yang cepat dan akurat, namun tetap sesuai garis kebijakan perusahaan. Dia mencontohkan terkait eksplorasi, investasi, atau jika di lapangan menghadapi kendala yang harus segera diputuskan dengan segera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kondisi itu keberadaan subholding bisa membuat perusahaan mengambil keputusan dengan cepat, karena tidak membutuhkan birokrasi yang panjang dan lama. Meski demikian, tambahnya, subholding tidak bisa bergerak semaunya karena masih terikat dengan kebijakan holding induk, dalam hal ini subholding adalah pelaksana dari kebijakan holding.
 
"Pertamina sebagai holding, misalnya, bertugas memberi garis kebijakan dan mengawasi pelaksanaan yang dilakukan subholding-nya," kata dia.
 
Selain membuat lebih lincah, menurut Fahmy, pembentukan subholding menjadikan Pertamina sebagai holding juga lebih efisien. Sebab, masing-masing subholding akan menangani beberapa anak usaha sejenis, sehingga bisa disinergikan dan menghindari overlapping.
 
Terkait hal itu, Fahmy tidak sependapat jika restrukturisasi dinilai akan merugikan keuangan negara, sebaliknya justru pembentukan subholding akan menguntungkan negara. Jika masuk bursa saham, dia mencontohkan, maka akan memperoleh uang segar dengan dana kapital rendah.
 
"Selain itu, jika subholding meraup laba maka akan diserahkan kepada Pertamina sebagai holding selanjutnya disetorkan kepada bendahara negara," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif