Ilustrasi penerima bansos tunai - - Foto: Medcom/ Hendrik
Ilustrasi penerima bansos tunai - - Foto: Medcom/ Hendrik

Dapat Bansos Tunai? Ini Cara Memanfaatkannya

Ekonomi bansos tips keuangan Bantuan Langsung Tunai
Annisa ayu artanti • 09 Januari 2021 13:10
Jakarta: Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) pertama pada Senin, 4 Januari 2020. Bantuan sebesar Rp300 ribu tersebut akan dibagikan per tiga bulan sekali hingga 2021.
 
Financial Educator di Lifepal.co.id Aulia Akbar mengatakan pada dasarnya program tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi covid-19. Tapi besarannya masih jauh di bawah jumlah pengeluaran rata-rata per provinsi di Indonesia.
 
Lantas, pos pengeluaran manakah yang sebaiknya ditambal dengan dana bansos?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Membantu pembayaran utang
 
Ketika seseorang masih memiliki utang tertunggak, maka besar kemungkinan utang tersebut mengurangi nilai kekayaan bersih anda.

 
"Manfaatkanlah dana BST untuk membantu pembayaran cicilan atau melunasi utang," kata Aulia Akbar dalam riset yang diterima Medcom.id, Sabtu, 9 Januari 2021.
 
Bila sebagian besar utang anda adalah utang konsumtif, tidak masalah untuk segera melakukan pelunasan selagi anda memiliki kas berlebih. Hal itu disebabkan karena utang konsumtif tidak akan pernah menambah nilai aset anda.
 
Membeli bahan makanan dalam sebulan
 
Menurutnya, dana sebesar Rp300 ribu setidaknya sangat membantu belanja kebutuhan pangan bulanan. Dengan itu, beban pengeluaran untuk kebutuhan pokok akan berkurang, yang nantinya berimbas pada surplus arus kas bersih bulanan.
 
Menyehatkan jumlah tabungan
 
Pandemi covid-19 memang memberikan tekanan yang cukup serius dalam kondisi perekonomian yang akhirnya membuat banyak orang kehilangan penghasilan rutin. Ketika seseorang menjadi pihak yang terdampak secara ekonomi, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan mengambil dana di tabungan untuk bertahan hidup.
 
"Tidak ada batasan yang ideal sekitar berapa besaran pengeluaran seseorang atau sebuah keluarga," ujarnya.
 
Namun setidaknya seorang yang sudah berumah tangga memiliki dana darurat, dengan besaran paling tidak setara enam hingga sembilan kali pengeluaran bulanan untuk berjaga-jaga.
 
Melindungi keluarga
 
Agar dana tabungan tidak habis terpakai karena anggota keluarga jatuh sakit, maka sangat disarankan bagi seseorang untuk memiliki jaminan kesehatan.
 
Berinvestasi untuk tujuan jangka panjang
 
Apakah mungkin berinvestasi dengan uang Rp300 ribu? Jawabannya adalah sangat mungkin.
 
Investasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi. Lantas, aset sendiri digolongkan menjadi dua macam yaitu aset riil dan aset keuangan.
 
Aulia pun menjelaskan, pemerintah sudah mewanti-wanti agar tidak menggunakan dana tersebut untuk membeli rokok. Oleh karena itu, manfaatkanlah dengan amat sangat bijak, yaitu dengan mengalokasikan ke pos-pos pengeluaran yang bersifat kebutuhan.
 
Adapun pos pengeluaran sejatinya dibedakan menjadi tiga jenis:
 
- Pengeluaran yang bersifat wajib, atau yang jika tidak dibayarkan akan dikenakan sanksi (utang dan pajak)
- Pengeluaran bersifat kebutuhan, yaitu sandang, pangan, dan papan.
- Pengeluaran yang bersifat keinginan, seperti pengeluaran untuk traveling, makan dan minum di restoran favorit, dan lainnya yang memiliki kaitan erat dengan gaya hidup.

 
"Ketika dana tersebut habis karena dialokasikan ke hal-hal yang tidak dibutuhkan, maka seseorang telah kehilangan kesempatan besar untuk bisa berhemat," jelasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif