Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: dok Kemendag.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: dok Kemendag.

Resep Mendag Buka Usaha di Tengah Keterbatasan Modal

Ekonomi Kementerian Perdagangan Dunia Usaha Produk Dalam Negeri
Husen Miftahudin • 04 Agustus 2020 22:21
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengakui masyarakat kerap enggan memulai usaha di tengah keterbatasan modal. Banyak orang berpandangan bahwa dengan dana awal yang besar, usaha yang dirintis bisa menjadi lebih ekspansif dan efektif menyasar pasar.
 
Agus tidak sepenuhnya setuju dengan pandangan tersebut. Dia bilang memulai usaha tidak melulu berpatok pada modal yang besar, yang utama justru dibutuhkan kreativitas pelaku usaha dalam mengemas produk menjadi menarik dan memberikan kualitas yang terbaik.
 
"Para pelaku usaha juga harus memasarkan produknya tepat sasaran, media pemasaran juga harus menjadi pertimbangan yang matang. Pemasaran harus dengan cara yang benar, salah satunya melalui platform digital," ujar Agus dalam keterangannya, Selasa, 4 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini disampaikan Agus saat meninjau beberapa ruangan di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag). Di sana dia menemukan salah satu pegawai Kemendag yang ingin membuka usaha makanan. Dia pun memberikan dukungan penuh.
 
Agus meminta dalam menjalankan usaha harus mengedepankan produk dalam negeri. Dengan pengembangan, kualitas produk-produk domestik tersebut bisa setara produk luar negeri sehingga akhirnya bisa diekspor.
 
Apalagi Kemendag saat ini tengah menggalakan pemanfaatan dan pengembangan produk dalam negeri. Setiap Kamis, sebutnya, seluruh pegawai harus menggunakan produk dalam negeri, seperti batik.
 
Agus mengungkapkan upaya ini merupakan langkah konkret dari segenap jajaran Kemendag dalam mendukung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat menghasilkan produk-produk lokal.
 
"Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan sebagai tindak lanjut peluncuran gerakan nasional 'Bangga Buatan Indonesia (BBI)' pada 16 Juli 2020 lalu," ucap Agus.
 
Agus menjelaskan, tujuan gerakan BBI untuk mendorong pembelian produk buatan dalam negeri sekaligus mendorong UMKM agar tetap berproduksi dan berkembang. Selain itu, juga untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air.
 
"Produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus dan berdaya saing tinggi. Pemerintah akan terus mendorong pelaku UMKM untuk berjualan secara luring (offline) maupun daring (online). Penjualan secara daring merupakan inovasi yang perlu diadaptasi para pelaku UMKM agar dapat terus bertahan di tengah pandemi covid-19," pungkas Agus.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif