Petugas Barantan sedang memeriksa jangkos. (Foto: Dok. Kementan)
Petugas Barantan sedang memeriksa jangkos. (Foto: Dok. Kementan)

Indonesia Siap Ekspor Jangkos ke Tiongkok

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 10 April 2020 23:09
Jakarta: Dicabutnya pemberlakuan karantina wilayah atau lockdown di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok memberikan angin segar bagi sektor pertanian Indonesia. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor pertanian Indonesia.
 
"Alhamdulillah, dengan kondisi yang mulai membaik, permintaan ekspor ke Tiongkok yang sempat terpukul, kini permohonan pemeriksaan karantina mulai kembali," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu, 10 April 2020.
 
Saat ini, pihaknya mencatat terdapat permohonan pemeriksaan di Karantina Pertanian Belawan untuk produk samping kelapa sawit berupa janjang kosong (jangkos atau plam fiber ke Tiongkok). Jangkos asal Sumatera Utara (Sumatera Utara) ini dikenal berkualitas tinggi, dan merupakan bagian limbah dari hasil pengolahan tandan buah segar (TBS) sawit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di negara tujuan ekspor, biasanya jangkos digunakan sebagai bahan baku tali kapal, pengisi matras dan jok mobil, hingga pesawat terbang.
 
Dari data karantina pertanian pada 2019, jangkos asal Sumut berhasil membukukan lebih dari 7,5 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp9,5 milar lebih.
 
Pada awal April ini, sebanyak 681 ton dengan kisaran nilai Rp933 juta dinyatakan telah sesuai dengan persyaratan otoritas karantina Tiongkok dan siap diberangkatkan ke pelabuhan Xingang, Huangpu, dan Shanghai.
 
Indonesia Siap Ekspor Jangkos ke Tiongkok
(Jangkos. Foto: Dok. Kementan)
 
Menurut staf PT UKIP Pardede mengungkapkan, bahwa produk ekspor ini sempat tertahan akibat penutupan pelabuhan. Kini, dengan berakhirnya masa karantina wilayah di Tiongkok, permintaan kembail berdatangan.
 
Berbeda dengan di Indonesia, pemberlakukan masa karantina wilayah akibat covid-19 masih diberlakukan. Hal ini mengingat karena peningkatan jumlah yang terinfeksi covid-19 masih menunjukkan angka peningkatan.
 
Untuk itu, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) yang memberlakukan layanan perkarantinaan tetap berjalan, maka Barantan menerapkan protokol kewaspadaan pencegahan penyebaran covid-19 bagi Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian.
 
Layanan PPK secara daring digencarkan, pemeriksaan dan tindakan karantina memperhatikan jarak, dan juga penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas juga terus dipantau.
 
Kebijakan lain yang diambil adalah produk pertanian yang dihasilkan difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya yang strategis seperti beras dan jagung. Sementara produk pertanian yang surplus produksinya dan dibutuhkan dunia kita dorong juga untuk diekspor.
 
"Selain membantu negara lain yang terdampak, juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena bernilai tambah sekaligus membantu dalam menambah devisa negara," ucap Jamil.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif