Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.

Strategi Bahlil Gaet Investasi, Bertahan dan Menyerang

Ekonomi BKPM
Eko Nordiansyah • 30 Juli 2020 15:23
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan strategi yang dipakai untuk menggaet investasi di masa pandemi covid-19. Menurut dia, harus ada strategi yang tepat agar bisa menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
 
"Saya selalu menganalogikan strategi itu dengan cara-cara bola. Kenapa saya mengatakan mengapa mengurus investasi selama pandemi itu bertahan dan menyerang," kata Bahlil dalam wawancara Indonesia Bicara di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Bahlil menjelaskan strategi bertahan yang dimaksudnya adalah mendorong realisasi investasi dari para investor di dalam negeri. Hal ini bisa mendorong tercapainya target realisasi investasi di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Strategi bertahan itu artinya yang ada di dalam negeri itu kita selesaikan semua urusan. Baik itu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang melakukan ekspansi, kemudian UMKM kita, kemudian investor yang mangkrak itu kita selesaikan. Itu bertahannnya, kita maksimalkan," jelasnya.
 
Sementara untuk strategi menyerang, Bahlil menyebut, pemerintah perlu optimistis menarik investasi dari luar. Meski begitu, pemerintah akan selektif menarik investasi yang dinilai potensial untuk masuk ke Indonesia.
 
Pemerintah saat ini berhasil menarik tujuh perusahaan relokasi dari Tiongkok. Selain itu masih ada 17 perusahaan lain yang sudah difasilitasi oleh BKPM kurang lebih 70 sampai 80 persen, dan ada pula 119 perusahaan lain yang sedang dilakukan komunikasi secara intens dan masif.
 
"Maka kita membidiknya itu membidik yang pas, sasaran yang pas. Contohnya kemarin tujuh perusahaan relokasi dari Tiongkok, yang 2018-2019 oleh Bapak Presisen enggak ada yang relokasi. Kita kemarin berhasil tujuh dan sekarang sudah groundbreaking di akhir Desember sebagian sudah berproduksi. Inilah yang disebut bertahan dan menyerang," pungkasnya
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif