Gedung Kementerian Perhubungan. FOTO: Setkab
Gedung Kementerian Perhubungan. FOTO: Setkab

Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi

Ekonomi Virus Korona transportasi kementerian perhubungan
Husen Miftahudin • 23 Mei 2020 12:03
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan transportasi selama masa arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah. Sebab pemerintah masih memberlakukan aturan larangan mudik demi mencegah meluasnya penyebaran virus korona (covid-19) di Indonesia.
 
"Kemenhub bersama stakeholder terkait fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idulfitri (arus mudik) hingga masa setelah Idulfitri (arus balik)," kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.
 
Adita mengakui seluruh jajaran Kemenhub yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah diinstruksikan untuk melakukan pengetatan pengawasan di lapangan dengan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait. Langkah tersebut dilakukan agar pihaknya tidak kecolongan oleh upaya masyarakat yang bersikeras mencari celah untuk mudik ke kampung halaman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tidak ingin kecolongan dengan masih adanya sejumlah pihak baik masyarakat, operator transportasi, dan pihak lainnya yang bersikeras mencari celah untuk mudik dan menyediakan sarana transportasi untuk kegiatan mudik. Untuk itu kesiapan semua petugas di lapangan untuk menegakan aturan sangat penting," tegas Adita.
 
Adapun pengetatan pengawasan transportasi terbagi dalam tiga fase. Fase jelang Idulfitri dimulai sejak ditetapkannya Permenhub 25/2020 pada 23 April 2020 sampai dengan 23 Mei 2020, fase pada saat Idulfitri pada 24 hingga 25 Mei 2020, dan fase pasca-Idulfitri pada 26 sampai 1 Juni 2020.
 
Adita menambahkan, pengetatan pengawasan dilakukan dengan menambah jumlah personel di simpul-simpul transportasi. Lalu memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, melakukan pemantauan langsung di lapangan, dan melakukan evaluasi secara berkala.
 
Penegakkan aturan secara tegas yang dilakukan yaitu misalnya dengan memutarbalikan kendaraan yang melewati pos tersebut, menindak dengan tegas travel gelap yang membawa penumpang yang akan mudik dengan sanksi berupa tilang atau mobil dikandangkan, memperketat pengawasan jalan-jalan alternatif yang biasa dimanfaatkan oleh pemudik untuk mengelabui petugas, dan pemberian stiker khusus angkutan terbatas di Terminal Bus Keberangkatan.
 
Pada fase jelang Idulfitri, pengetatan pengawasan sudah terlihat di simpul-simpul transportasi seperti di Bandara Soekarno Hatta, Stasiun Gambir, Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Bus Pulogebang, dan di sejumlah prasarana transportasi lainnya di kota-kota besar selain Jakarta.
 
Pengetatan pengawasan juga dilakukan di pos-pos cek poin yang tersebar baik di jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga ke jalan kecil di daerah untuk menghalau kendaraan umum dan pribadi yang melakukan perjalanan untuk tujuan mudik.
 
Pengawasan pada fase saat Idulfitri dikonsentrasikan pada lalu lintas di dalam Jabodetabek terhadap masyarakat yang bepergian dengan tujuan berkumpul untuk bersilahturahmi, dan penyekatan perjalanan jarak pendek, seperti Jakarta-Cirebon, Kuningan, Brebes/Tegal, dan Bandung.
 
Sementara pada fase pasca-Idulfitri (arus balik), Kemenhub melakukan antisipasi-antisipasi seperti, melakukan koordinasi dengan tim gabungan yang berada di pos cek poin untuk melakukan pengetatan penyekatan lalu lintas keluar masuk Jabodetabek, pengaturan contra flow/one way di jalan tol sesuai kebutuhan, penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan yang akan masuk ke Jakarta, pengaturan rest area jalan tol, memastikan kesiapan kendaraan derek dan petugas jaln tol, serta antisipasi dibukanya tol elevated arah Jakarta.
 
"Saat ini para Dirjen juga sudah turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan terkait pengetatan pengawasan berjalan dengan baik. Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) ingin memastikan para petugas dapat menegakkan aturan. Selain itu, beliau juga meminta partisipasi masyarakat untuk ikut membantu pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran covid-19," pungkas Adita.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif