Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Membedah BLT Rp600 Ribu untuk Satu Bulan

Ekonomi Bantuan Langsung Tunai
Ade Hapsari Lestarini • 12 Mei 2020 21:00
Jakarta: Pemerintah menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp600 ribu di tengah pandemi covid-19. Kebijakan inidikeluarkan sebagai stimulus untuk menopang perekonomian dan meringankan beban masyarakat akibat pandemi covid-19.
 
Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebelumnya telah mendistribusikan bantuan sembako kepada 1,2 juta masyarakat miskin di DKI Jakarta. Bantuan sembako tersebut ditaksir bernilai Rp300 ribu dan akan diserahkan dua kali dalam sebulan.
 
Sementara untuk warga di luar Jabodetabek, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan dana BLT senilai Rp600 ribu per keluarga setiap bulannya selama tiga bulan. Anggaran untuk bantuan dialokasikan dari Dana Desa yang semula untuk pembangunan infrastruktur desa, untuk sementara dialihkan guna membantu masyarakat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, dana BLT dari pemerintah sebesar Rp600 ribu di tengah pandemi covid-19 dinilai tidak bisa mencukupi seluruh biaya kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Di beberapa provinsi, besaran BLT bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan per individu tiap bulan.
 
Melansir Lifepal, Selasa, 12 Mei 2020, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) total biaya kebutuhan hidup masyarakat Indonesia per kapita atau per kepala rata-rata Rp1,3 jutaan per bulan. Rinciannya, Rp620 ribuan untuk kebutuhan makanan dan sisanya Rp729 ribuan untuk kebutuhan non-makanan.
 
BLT sebesar Rp600 ribu per bulan per keluarga yang diberikan oleh pemerintah pun belum cukup untuk memenuhi keseluruhan biaya hidup masyarakat yang terdampak. Bahkan, angka yang diberikan belum melebihi kebutuhan biaya makan per-individu setiap bulannya. Apalagi jika anggota keluarga lebih dari satu orang, tentunya biaya yang dibutuhkan lebih besar lagi.
 
Padahal, saat ini sudah menginjak 2020, yang artinya biaya hidup tentunya cenderung meningkat bila dibandingkan dengan 2018 silam. Sementara jika dilihat per provinsi, BLT Rp600 ribu masih belum mampu memenuhi kebutuhan makan per orang di 20 provinsi. Provinsi DKI Jakarta menempati urutan teratas.
 
Di DKI Jakarta, biaya makan untuk per bulan per orang sekitar Rp847 ribuan, di Kepulauan Riau Rp774 ribuan, di Bangka Belitung Rp757 ribuan, di Papua Rp749 ribuan, dan di Kalimantan Timur Rp741 ribuan. Oleh karena itu berdasarkan data biaya hidup per kapita dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 lalu, BLT senilai Rp600 ribu itu tidak cukup untuk memenuhi total biaya hidup bulanan di provinsi tersebut.
 
Data BPS menunjukkan, ada pula provinsi-provinsi yang biaya hidup makan per bulan per orangnya masih di bawah nominal BLT Rp600 ribu. Bagi warga Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur, Rp600 ribu sudah mampu memenuhi biaya kebutuhan akan makanan per kepala per bulan.
 
Sementara biaya untuk kebutuhan makanan per kepala selama satu bulan di Jawa Tengah sekitar Rp490 ribuan, di Gorontalo Rp500 ribuan, di Sulawesi Barat sekitar Rp505 ribuan, Sulawesi Tenggara Rp534 ribuan, dan di Nusa Tenggara Timur Rp540 ribuan, masih di bawah besaran BLT.
 
Adapunbantuan tunai dari pemerintah diharapkan untuk meringankan beban dan bukan untuk memfasilitasi keseluruhan biaya hidup masyarakat. Masyarakat diharapkan menjalankan langkah-langkah cerdas untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan mendasar selama pandemi covid-19 ini.
 
Hal ini bisa dilakukan dengan cara menghemat pengeluaran, tidak membeli barang-barang yang bukan kebutuhan pokok, memanfaatkan tabungan jika ada, dan jika tidak ada, bisa menggadaikan aset-aset yang berharga.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif