PLN. Foto : PLN.
PLN. Foto : PLN.

Hindari Kebangkrutan, PLN Desak Pemerintah Bayar Utang Rp48 Triliun

Ekonomi listrik PLN subsidi listrik
Suci Sedya Utami • 25 Juni 2020 13:05
Jakarta: PT PLN (Persero) berharap pemerintah segera membayarkan utang kompensasi subsidi selama dua hingga tiga tahun terakhir.
 
Dengan pencairan piutang tersebut, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan akan sangat membantu likuiditas keuangan perseroan yang tengah dilanda kesulitan di tengah pandemi covid-19.
 
Hal tersebut disampaikan Zulkifli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI. Komisi VI ingin memastikan apabila utang kompensasi dibayarkan oleh Pemerintah maka akan membuat likuidasi perseroan akan membaik hingga akhir tahun. DPR mempertanyakan terkait potensi PLN akan mengalami kesulitan keuangan dengan skenario terburuk pada Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi Pak Dirut yakin PLN enggak bangkrut Oktober? (Dengan turunnya Rp48 triliun likuiditas bapak jadi baik bapak yakin?)," kata Ketua Komisi VI DPR Arya Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juni 2020.
 
Zulkifli menjamin dengan adanya kompensasi yang dibayarkan Pemerintah maka akan menolong likuiditas keuangan perusahaan setrum nasional. Zulkifli mengatakan dengan masuknya dana tersebut, maka operasional PLN akan aman sehingga PLN bisa tetap memberikan pelayanan yang berkualitas.
 
"Jadi secara umum keuangan PLN akan sangat terbantu InsyaAllah dengan dana Rp48 triliun. InsyaAllah (PLN enggak akan bangkrut) kalau kompensasi dibayar," kata Zulkifli.
 
Zulkifli merinci utang pemerintah ke PLN saat ini sebesar Rp48 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari utang kompensasi tarif listrik di 2018 sebesar Rp23,17 triliun, kompensasi listrik di 2019 sebesar Rp22,25 triliun, serta tambahan Rp3 triliun berupa tambahan subsidi kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga di masa pandemi covid-19.
 
"Sejak Januari 2017, tarif adjustment tidak diberlakukan lagi atau tarifnya tetap, maka diberikan kompensasi tarif dari pemerintah ke PLN," jelas Zulkifli.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif