Kementan menyebutkan berdasarkan data early warning system (EWS) diprediksi produksi cabai dibandingkan kebutuhan secara nasional masih surplus (Foto:Dok.Kementan)
Kementan menyebutkan berdasarkan data early warning system (EWS) diprediksi produksi cabai dibandingkan kebutuhan secara nasional masih surplus (Foto:Dok.Kementan)

Pandemi Korona, Kementan Komitmen Jaga Produksi Pangan

Ekonomi berita kementan
M Studio • 30 Maret 2020 22:42
Jakarta: Indonesia tengah berjuang melawan wabah korona Covid-19. Semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat masing-masing memiliki peran.
 
Tim medis sebagai garda depan bekerja sekuat tenaga menyelamatkan pasien. Tak ketinggalan sejumlah seperti kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan bertekad menjaga suplai pangan untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat tercukupi.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggerakkan seluruh jajarannya untuk tetap bekerja di tengah-tengah pandemi korona. Meskipun diberlakukan bekerja di rumah atau work from home (WFH), tak menjadi alasan dalam memantau dan memastikan ketersediaan pangan. Salah satunya komoditas aneka cabai.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktorat Jenderal Hortikultura di bawah arahan Mentan memantau pertamanan dan produksi di seluruh wilayah. Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, saat ini hingga pasca Idul Fitri ketersediaan dan pasokan cabai aman dan cukup.
 
"Berdasarkan data early warning system (EWS) diprediksi produksi cabai dibandingkan kebutuhan secara nasional masih surplus," ujar Prihasto, melalui keterangan tertulis.
 
Adapun perkiraan produksi aneka cabai pada Maret 2020 sebanyak 203.057 ton, kebutuhan 174.219 ton. Dengan demikian terjadi surplus sebanyak 28.838 ton. Kemudian, produksi April sebanyak 217.588 ton dengan kebutuhnan 178.594 ton, sehingga surplus 38.994 ton.
 
Pada Mei sebanyak 217.258 ton, kebutuhan 182.634 ton, sehingga surplus 34.624 ton. "Begitu juga produksi bulan Juni 196.644 ton dengan kebutuhan174.219 ton, sehingga surplus 22.425 ton," kata Prihasto.
 
"Kami juga sudah mengecek kebenaran kondisi eksisting di lapangan melalui telepon, foto open camera dan video di beberapa wilayah sentra utama," ucapnya.
 
Pandemi Korona, Kementan Komitmen Jaga Produksi Pangan
 
Masyarakat diimbau tidak perlu panik. Kementan optimistis produksi dan distribusi pangan tidak terganggu wabah korona.
 
Pihaknya juga telah mengandeng beberapa startup yang bergerak di bidang penjualan online seperti Sayur Box, Tani Hub, dan Kedai Sayur untuk memasarkan hasil panen petani kepada konsumen.
 
"Ini untuk memudahkan petani dalam menjual produknya dan memudahkan konsumen memperoleh kebutuhan pangan walau tetap di rumah," tuturnya.
 
Suyono, petani sekaligus pelaku usaha cabai asal Kediri saat dihubungi melalui telepon pada Jumat, 28 Maret 2020, membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir.
 
"Tidak usah khawatir. Pasokan cabai khususnya untuk cabai rawit merah cukup besar, karena akhir bulan ini hingga awal April sudah mulai banyak cabai yang siap panen. Untuk pendistribusiannya juga tetap lancar, meskipun ada zona merah pandemi korona," katanya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif