Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI
Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI

UMKM Indonesia Didorong Rambah Pasar Internasional

Angga Bratadharma • 02 Februari 2022 13:06
Jakarta: Melihat perkembangan e-commerce yang semakin pesat, apalagi di era pandemi saat ini, membuat minat belanja secara daring kian menjadi pilihan dari waktu ke waktu. Bahkan, kondisi tersebut tak hanya terjadi di Indonesia namun juga melanda hampir di seluruh dunia.
 
Sebut saja Amazon yang menjadi platform marketplace e-commerce terbesar di dunia yang melaporkan penjualan USD108,5 miliar dalam tiga bulan pertama pada 2021. Angka itu naik 44 persen dari tahun sebelumnya. Amazon juga membukukan laba USD8,1 miliar atau meningkat 220 persen dari periode yang sama tahun lalu.
 
SellerUp Academy siap memanfaatkan peluang besar itu yang tentunya agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia mampu melakukan ekspansi pasar ke marketplace luar negeri. Hal itu tentunya sebagaimana Visi Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin agar para pelaku UMKM bisa dibantu untuk lebih mampu melakukan ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi itu yang membuat diadakannya penandatanganan MoU dengan DPP Persatuan UMKM Indonesia (Perumkmindo) bekerja sama dengan PT Lima Lumbung Sejahtera -SellerUP Academy yang merupakan Amazon Selling Partner untuk menampung produk UMKM yang akan dipasarkan di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Australia yang terdaftar di Perumkmindo.
 
CEO SellerUp Academy Christina Yaori mengatakan kerja sama ini akan mendorong lebih banyak UMKM yang siap ekspor antara lain memfasilitasi pemasaran produk UMKM ke marketplace internasional, standarisasi internasional bagi UMKM, pelatihan UMKM ekspor, sistem informasi ekspor, pameran berskala internasional, serta kerja sama peningkatan ekspor lainnya.

 
"Melalui kolaborasi ini diharapkan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi UMKM terkait akses pemasaran ke luar negeri, peningkatan kapasitas dan mutu produk, standarisasi dan sertifikasi, perizinan, perlindungan kekayaan intelektual, serta penguatan jejaring dan teknologi," kata Christina, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 Februari 2022.
 
Fakta menunjukkan UMKM masih sulit menembus pasar ekspor karena berbagai kendala, di antaranya kendala pemasaran, logistik, pengetahuan mengenai ekspor ke luar negeri, dan sebagainya. Mengutip dari laman Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 86 persen pelaku ekspor adalah usaha besar.
 
"Kontribusi UMKM sendiri terhadap ekspor masih terbilang rendah, yaitu 14,37 persen, masih tertinggal dari negara-negara APEC yang bahkan dapat mencapai 35 persen," kata Ketua Umum Perumkmindo Arifin Ibrahim.
 
Lebih lanjut, Christina berharap pihaknya bisa ikut serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM di Indonesia akibat pandemi. Kemudian membantu produk-produk UMKM Indonesia mampu kompetitif di pasar internasional dan mempunyai daya saing.
 
"Sehingga banyak melahirkan UMKM Indonesia yang semakin besar, maju, dan mandiri," pungkasnya.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif