Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

GoSend Perkuat Inovasi Logistik Daring di 2022

Ekonomi logistik Pertumbuhan Ekonomi gojek
Angga Bratadharma • 28 Januari 2022 14:24
Jakarta: GoSend terus mengoptimalkan laju bisnis di tengah pandemi covid-19 yang sampai sekarang belum kunjung usai. Salah satu yang dilakukan yakni memaksimalkan layanan logistik secara daring baik untuk pelaku usaha maupun konsumen. Harapannya geliat bisnis di dalam negeri terus meningkat dari waktu ke waktu.
 
Head of Logistics Gojek Steven Halim mengatakan pada periode awal 2022 GoJek mencatatkan peningkatan 116 persen jumlah seller pengguna GoSend di platform partner e-commerce dibandingkan dengan awal pandemi. Selain itu, rata-rata jumlah order mitra driver Gojek naik 70 persen kali lipat di 2021.

 
"Melalui ragam inisiatif, GoSend menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan hemat bagi para pengguna dan pelaku usaha serta mendukung pendapatan mitra driver," klaim Steven, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Gojek Logistics Outlook 2022: Hadirkan Inovasi Terdepan untuk Optimalisasi Layanan Logistik Online', Jumat, 28 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menerapkan ekosistem berbasis pengiriman hyperlocal-on-demand, tambahnya, GoSend mampu memaksimalkan pengiriman cepat on-demand. Steven menambahkan kebutuhan akan pengiriman cepat di era pandemi sangat dirasakan oleh para pelaku usaha.
 
"Melalui GoSend API (Application Programming Interface), ribuan partner dan jutaan sellers dapat menggunakan layanan dengan mudah langsung melalui integrasi platform usaha. Data internal kami mencatat jumlah total transaksi GoSend API melalui top partners meningkat 41 persen pada semester I-2021," tuturnya.
 
Memasuki 2022, Gojek melihat saat ini masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecepatan dan keandalan pengiriman. Selain itu, makin banyak masyarakat yang menggunakan layanan logistik untuk pengiriman barang kebutuhan sehari-hari, termasuk di antaranya sembako, perlengkapan kantor, serta peralatan kesehatan.
 
Di samping itu, penggunaan layanan pengiriman untuk menunjang bisnis daring juga kian menjadi prioritas dan minat terhadap kemudahan pengiriman last-mile pun ikut meningkat.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Yudo Anggoro mengungkapkan pandemi tanpa diragukan telah meningkatkan perilaku belanja daring dan permintaan masyarakat terhadap layanan pengiriman barang.

 
Hal ini, lanjutnya, antara lain berdampak pada pertumbuhan eksponensial pengiriman first mile-last mile, serta tuntutan akan teknologi pelacakan barang yang real-time dan jaminan keamanan barang yang dapat dipercaya. Yudo yakin kedepannya aspek kecepatan dan keandalan pengiriman akan makin menjadi prioritas pengguna layanan.
 
"Dan pelaku usaha daring akan menjadi pengguna utama layanan pengiriman," tutup Yudo.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif