Ilustrasi kedelai. Foto: dok MI/Bagus Suryo.
Ilustrasi kedelai. Foto: dok MI/Bagus Suryo.

Meski Harga Global Naik, Stok Kedelai untuk Produksi Tahu Tempe Dijamin Aman

Ekonomi Kedelai Kementerian Perdagangan Harga Kedelai Tempe Tahu
Husen Miftahudin • 19 Januari 2022 22:30
Jakarta: Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menegaskan, pemerintah menjamin stok kedelai saat ini cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk produksi industri pengrajin tahu dan tempe. Hal ini ditegaskan Oke meskipun terdapat peningkatan harga kedelai dunia.
 
"Kementerian Perdagangan bersama seluruh pelaku usaha kedelai nasional menjamin harga kedelai tetap terjangkau dan stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional, meskipun harga kedelai dunia masih cukup tinggi," ujar Oke dalam siaran persnya, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Oke menjelaskan, peningkatan harga kedelai yang terjadi saat ini disinyalir merupakan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di negara produsen kedelai, seperti Argentina dan Brasil. Selain itu, juga adanya rush pembelian kedelai asal Amerika Serikat oleh Tiongkok pascabadai Ida usai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap kondisi peningkatan harga kedelai dampak cuaca ekstrem ini tidak berlangsung lama. Hal tersebut mengingat adanya potensi kenaikan produksi kedelai dunia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” lanjut Oke.
 
Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Januari 2022 sekitar USD13,77 per bushels atau setara USD505 per ton atau naik dari kondisi minggu pertama Januari 2022 yaitu USD13,15 per bushels atau setara USD483 per ton. Sehingga, landed price diperkirakan berada di kisaran Rp8.500 per kilogram dan harga di tingkat importir diperkirakan Rp9.300 per kilogram.
 
Menurut informasi Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo), stok kedelai di tingkat importir anggota Akindo saat ini sekitar 400 ribu ton yang terdiri atas stok awal Januari 2022 sebanyak 150 ribu ton dan stok yang akan masuk di pertengahan Januari 2022 sebanyak 250 ribu ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua bulan mendatang.
 
Menurut Oke, Kemendag secara periodik akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia. Hal itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kedelai di tingkat industri pengrajin tahu dan tempe, serta stabilitas harga di pasar rakyat.
 
"Kami mengimbau para importir kedelai untuk bersama-sama menjaga harga kedelai tetap terjangkau bagi para industri pengguna, khususnya para pengrajin tahu dan tempe. Sehingga, masyarakat tetap mendapatkan produk turunan kedelai dengan harga terjangkau," pungkas Oke.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif