Ilustrasi bendera Uni Eropa - - Foto: dok AFP
Ilustrasi bendera Uni Eropa - - Foto: dok AFP

Sengketa Ekspor Nikel, Pemerintah Siap Lawan Uni Eropa di WTO

Ekonomi ekspor Kementerian Perdagangan uni eropa nikel wto
Annisa ayu artanti • 15 Januari 2021 16:36
Jakarta: Pemerintah siap melawan tuntutan Uni Eropa terkait dengan sengketa ekspor bijih nikel di World Trade Organization (WTO). Sebagai negara hukum dan menjunjung demokrasi, Indonesia bersedia meladeni tuntutan tersebut.
 
"Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum, indonesia dengan berat hati akan melayani tuntutan tersebut," kata Menteri Perdagangan M Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat, 15 Januari 2021.
 
Lutfi menjelaskan Uni Eropa tak terima dengan Undang-Undang Minerba RI. Hal tersebut menyulitkan Uni Eropa dalam berkompetisi di dunia industri besi baja terutama stainless steel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah kita pelajari barang komoditas nikel yang diimpor Uni Eropa itu ternyata kecil sekali. Uni Eropa menganggap ini mengganggu daripada produktivitas energi, stainless steel mereka," jelasnya.
 
Atas tuntutan sengketa ini, Lutfi menegaskan pemerintah akan memperjuangkan hak-hak dagang Indonesia. Bahkan pihaknya berencana merekrut tim legal terbaik.
 
"Tentunya kami sangat kecewa dengan konsultasi yang begitu lama. Saya pikir sudah beres, tapi ini bagian dari pada interaksi dunia internasional dan kita akan melayani," ucap dia.

 
Kendati demikian, Indonesia tetap berkomitmen meningkatkan kerja sama di sektor perdagangan dengan Uni Eropa. "Kita tidak keberatan untuk membantu Uni Eropa dalam negosiasi-negosiasi perjanjian perdagangan yang sedang berlangsung untuk membantu produktivitas produk Uni Eropa, apakah itu dalam bentuk minyak nabati atau dalam bentuk stainless steel kita siap membantu," jelasnya.
 
Uni Eropa memberikan notifikasi bahwa akan melanjutkan proses sengketa nikel pada Kamis, 14 Januari 2021. Proses pembahasan sengketa tersebut diajukan di WTO dan dilaksanakan pada 25 Januari 2021.  
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif