Kadin Indonesia bersama IHK Trier (Kadin Trier-Jerman) terbitkan buku vokasi. Foto: dok Kadin.
Kadin Indonesia bersama IHK Trier (Kadin Trier-Jerman) terbitkan buku vokasi. Foto: dok Kadin.

Daya Saing Industri, Kadin Harap UMKM Memanfaatkan Program Vokasi

Ekonomi Kadin UMKM Vokasi
Ade Hapsari Lestarini • 23 Februari 2021 22:37
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dalam mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan generasi muda Indonesia dan angkatan kerja, utamanya saat menghadapi situasi setelah pandemi covid-19.
 
"Sektor ketenagakerjaan menghadapi isu yang luar biasa berat karena pengaruh digitalisasi dan pandemi, dalam kondisi ini pengaruh akan teknologi akan sangat besar," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J. Supit, dalam keterangan resminya, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Dia mengatakan besarnya jumlah usia produktif di Indonesia yang akan terus meningkat sepanjang masa bonus demografi, Kadin akan terus mendorong seluruh elemen dunia usaha untuk melakukan upaya penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani menambahkan UMKM mempunyai potensi yang sangat penting, dengan penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut sangat besar. UMKM diharapkan mampu memanfaatkan program vokasi guna peningkatan daya saing industri UMKM. Dalam konteks inilah, program vokasi akan menjamin UMKM untuk mempunyai akses terhadap SDM unggul yang menjadi kunci daya saing UMKM.
 
Belajar dari pengalaman yang ada, lanjut Rosan, untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal perlu dibangun sistim pendidikan dan pelatihan yang didalamnya sudah harus mengantisipasi perkembangan teknologi dan transformasi ke depan.
 
"Ada beberapa model pendidikan dan pelatihan vokasi yang bisa diterapkan. Dan melihat kebutuhan yang ada saat ini, Kadin Indonesia mengusulkan untuk memprioritaskan skema vokasi dengan model ganda yang mengedepankan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan atau pelatihan," jelas Rosan.
 
Menurutnya, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus dibangun dengan memperhatikan seluruh elemen yang ada. Keterlibatan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) didalamnya menjadi hal yang penting, oleh karena itu sektor swasta perlu untuk mempersiapkan diri sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam hal pengembangan SDM Indonesia.
 
"Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi mis-match yang selama ini terjadi," jelas dia.
 
Untuk mempersiapkan DUDI itulah, terang Rosan, atas inisiatif dari pelaku usaha di Indonesia, dalam hal ini Kadin Indonesia yang didukung oleh IHK Trier (Kadin Trier-Jerman), menerbitkan Buku Panduan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di dalam perusahaan berdasarkan pengalaman khususnya di Jerman dan negara lainnya yang telah sukses menjalankan vokasi.
 
Menurut dia pola yang diadopsi dalam buku panduan tersebut bahkan diterapkan di negara-negara lain seperti Malaysia, dan Singapura karena mampu menjamin daya saing global dan masa depan generasi muda.
 
Rosan mengatakan buku ini menjelaskan persyaratan minimal untuk menjamin kesuksesan vokasi. Persyaratan tersebut di antaranya kurikulum pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada transfromasi industri, kemitraan antara sektor pendidikan dengan sektor swasta, pelatih di industri dan guru sekolah yang berkualitas, penjaminan mutu, dan standarisasi yang diakui secara nasional dan internasional. Hal ini menjadi penting untuk disadari bahwa kalau kita mau mendapat SDM yang handal harus dengan persiapan matang dan terencana.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif