Mentan hadiri panen raya padi di Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Kementan)
Mentan hadiri panen raya padi di Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan ingin Semua Daerah Punya Lumbung Pangan

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 27 Oktober 2020 22:17
Padang Pariaman: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memantau langsung panen raya padi di Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dalam kunjungan ini, Mentan ingin memastikan bahwa kebutuhan logistik beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
 
Dalam kegiatan itu, Syahrul mengungkapkan keinginannya agar semua daerah mulai menyiapkan lumbung pangan masing-masing. Para kepala daerah diharapkan mampu menyangga kebutuhan rakyat.
 
"Terlebih, jumlah stok beras akhir Desember tahun ini mencapai 5,9 juta ton. Apabila produksi beras kita 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 30 juta ton, maka stok beras kita hingga akhir tahun sebanyak tujuh juta ton. Kondisi ini harus kita optimalkan dengan baik," kata Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 27 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di satu sisi, Mentan mengapresiasi kerja keras jajaran pemerintah daerah dalam mengamankan produktivitas cadangan beras 2020. Peranan daerah sangat menentukan kecukupan kebutuhan pangan nasional.
 
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Bupati Padang Pariaman, beserta jajaran atas kerja samanya dalam pelaksanaan kegiatan panen beras ini," katanya.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras 2020 mencapai 31,63 juta ton. Angka produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektare (ha) dan produksi padi diperkirakan sebesar 55,16 juta ton gabah kering giling (GKG).
 
Mentan berharap, peranan provinsi dan kabupaten mampu melakukan gerakan akselerasi dengan memanfaatkan Kostratani yang ada di tiap Kecamatan. Kostratani adalah perangkat ujung tombak dalam peningkatan produksi pertanian. Apalagi, tahun ini sudah memasuki MT-I bulan Oktober-Maret 2020/2021.
 
"Tentunya ada target produksi yang harus bisa kita capai. Dengan penetapan target tanam padi seluas 8,2 juta ha dan jagung seluas 3,3 juta ha yang akan dibagi ke semua wilayah, maka kita perlu melakukan langkah operasional yang lebih konkret," ujar Syahrul.
 
Oleh karena itu, Syahrul berjanji akan terus memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi klaster.
 
"Kita akan terus dorong untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri supaya dapat mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor," ujarnya.
 
Sebagai informasi, Kementeri Pertanian (Kementan) memberikan bantuan senilai Rp39,4 miliar untuk pertanian di Sumatera Barat. Bantuan tersebut terdiri dari Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp18,2 miliar, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp12,8 miliar, Ditjen Perkebunan Rp4,3 miliar, serta Ditjen Hortikultura Rp3,9 miliar.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif