Jiwasraya akan Jual Citos hanya ke Perusahaan BUMN. Foto:  Antara/Galih Pradipta
Jiwasraya akan Jual Citos hanya ke Perusahaan BUMN. Foto: Antara/Galih Pradipta

Jiwasraya akan Jual Citos hanya ke Perusahaan BUMN

Ekonomi kementerian bumn Jiwasraya
Suci Sedya Utami • 31 Maret 2020 16:19
Jakarta: Manajemen PT Asuransi Jiwasraya menyatakan penjualan aset berupa properti Mal Cilandak Town Square (Citos) hanya ditawarkan pada sesama perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan saat ini penjualan Citos masih dalam proses. Ia bilang aset berupa properti milik mereka tersebut tidak ditawarkan untuk umum.
 
"Pelepasan Citos kita pakai yang paling sederhana saja, jadi hanya antar-BUMN. Tidak diberikan pada masyarakat luas," kata Hexana dalam virtual konferensi pers, Selasa, 31 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan saat ini sudah ada empat perusahaan BUMN yang tertarik untuk membeli Citos. Namun Hexana tidak menyebutkan secara rinci nama-nama perusahaan pelat merah tersebut.
 
Namun, dia membenarkan jika perseroan telah menerima uang muka dari pembelian sebesar Rp1,4 triliun. Adapun uang muka tersebut diterima sudah lama, tepatnya pada 2018. Lebih lanjut, Hexana enggan membeberkan lantaran masih dalam proses.
 
"Banyak sekali hal-hal secara pelepasan aset harus ada tata kelola jadi aspek yang harus dilalui banyak sekali," jelas dia.
 
Jiwasraya mempertimbangkan untuk menjual aset yang dimiliki guna menutup utang klaim asuransi pada para pemegang polis. Salah satu aset tersebut yakni Citos.
 
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga pernah mengatakan di antara aset yang dimiliki Jiwasraya saat ini, mal yang berlokasi di Jakarta Selatan tersebut dinilai cukup bagus ditawarkan ke swasta.
 
"Citos dijual juga, tapi kalau Citos mungkin dijual ke pihak swasta kali ya, atau pihak mana yang mau," kata Arya, belum lama ini.
 
Arya menyebutkan berdasarkan data yang dipegangnya pusat hiburan di Jakarta bernilai triliunan. "Ada kemarin bilang Rp2 triliun sampai Rp3 triliun," sebut dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif