Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Ramadan dan Lebaran, Momentum Tertinggi Belanja Online

Ekonomi belanja online shopee
Ade Hapsari Lestarini • 03 Juli 2020 15:35
Jakarta: Ramadan dan Hari Raya Lebaran merupakan bulan berbelanja online paling tinggi dalam budaya masyarakat Indonesia. Selama momentum yang berlangsung di tengah pandemi covid-19 ini, berbelanja online bahkan semakin menjadi pilihan utama konsumen.
 
Snapcart telah melakukan riset konsumen selama periode Ramadan dan pandemi covid-19 untuk mengetahui tren perilaku ini. Hasilnya menunjukkan 66 persen konsumen dari 1.000 responden survey seluruh Indonesia selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu, memilih Shopee sebagai situs belanja online yang paling diingat (top of mind).
 
Selanjutnya 58 persen konsumen di Jabodetabek memilih Shopee sebagai situs belanja online yang paling diingat, dan 72 persen konsumen non Jabodetabek. Disusul 16 persen konsumen memilih situs Tokopedia; 19 persen Jabodetabek dan 12 persen non Jabodetabek. Kemudian 12 persen konsumen memilih Lazada; 13 persen Jabodetabek dan 10 persen non Jabodetabek. Sementara empat persen konsumen memilih Bukalapak; lima persen Jabodetabek dan tiga persen non Jabodetabek. Disusul Blibli, JD.ID, Akulaku, OLX, dan Sociolla.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil riset Snapcart yang berlangsung selama pandemi ini juga menunjukkan, Shopee merupakan situs belanja online yang paling sering digunakan dalam berbelanja selama Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu (66 persen). Sebanyak 59 persen konsumen di Jabodetabek memilih Shopee dalam berbelanja online, dan 72 persen konsumen non Jabodetabek juga memilih Shopee.
 
Sedangkan Tokopedia (15 persen), Lazada (12 persen), dan Bukalapak (lima persen). Disusul JD.ID, Blibli, Zalora, Sorabel, Berrybenka, Qoo10, dan Zilingo.
 
Menurut Direktur Snapcart Astrid Wiliandry, masyarakat menempatkan Shopee sebagai situs yang paling diminati berbelanja saat Ramadan yang bertepatan dengan pandemi karena banyak faktor.
 
"Di saat kebijakan physical distancing telah diberlakukan, masyarakat mencari opsi lain yang lebih aman bagi mereka untuk tetap memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dari rumah. Shopee menjadi lebih unggul karena ragam produk yang lebih menarik dan tawaran harga yang lebih kompetitif. Selain itu, Shopee juga terus melengkapi platformnya dengan fitur yang memperpanjang time spent dan engagement di dalam aplikasinya," ujar dia, dikutip dalam hasil risetnya, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Dia memaparkan, jika dilihat dari perspektif gender dan kelompok umur, sebanyak 77 persen perempuan mengaku memilih berbelanja di Shopee, dibanding laki-laki yang hanya sebesar 52 persen. Ini berbeda dengan Tokopedia yang lebih disukai konsumen laki-laki 22 persen, dibanding perempuan sembilan persen.
 
Selain itu Lazada yang lebih disukai konsumen laki-laki 14 persen, dibanding perempuan yang hanya 10 persen. Sedangkan Bukalapak yang juga lebih disukai laki-laki sembilan persen dan dua persen perempuan.

Kelompok Umur

Sedangkan riset berdasarkan kelompok umur, berbelanja di Shopee paling disukai oleh kelompok umur 19-24 tahun (72 persen), 25-30 tahun (69 persen), kurang dari 19 tahun (69 persen), 31-35 tahun (63 persen), dan 35 tahun ke atas (53 persen).
 
Berbeda dengan Tokopedia yang lebih disukai kalangan 35 tahun ke atas (24 persen), 31-35 tahun (15 persen), 25-30 tahun (14 persen), 19-24 tahun (10 persen), dan kurang 19 (10 persen). Sedangkan Lazada lebih disukai kelompok umur kurang 19 tahun (14 persen), 19-24 tahun (13 persen), 25-30 tahun (12 persen), 31-35 tahun (11 persen), dan 35 tahun ke atas (sembilan persen).
 
Sedang berbelanja di Bukalapak lebih disukai oleh kelompok umur 35 tahun ke atas (10 persen), 35-31 tahun (tujuh persen), 19-24 tahun (empat persen), 25-30 tahun (dua persen), dan kurang 19 tahun (dua persen).
 
"Mengapa Shopee menjadi pilihan utama bagi kelompok umur muda yaitu usia 19-24 dan 25-30 tahun, kami menilai fitur-fitur di Shopee lebih interaktif dan selalu ada tema baru pada setiap momen," tambah Astrid.
 
Dia menambahkanselama bulan Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2020 lalu yang terjadi di tengah pandemi covid-19, semua situs belanja online menambah berbagai fitur baru, aplikasi jualan baru yang menarik, menawarkan program, serta gimmick baru di portalnya untuk semakin meningkatkan awareness konsumen.
 
"Kreativitas membuat fitur-fitur baru sangat penting dalam membangun komunikasi dengan konsumen online, agar mereka tidak mudah bosan dan terus ada sesuatu yang baru dan menarik. Melalui itu, Shopee berhasil membuktikan bahwa semakin banyak fitur baru dan beragam, akan semakin meningkatkan banyak pilihan konsumen berbelanja," ujar Astrid.
 

(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif