Ilustrasi ekspor solar - - Foto: MI/ Atet Dwi Pramadia
Ilustrasi ekspor solar - - Foto: MI/ Atet Dwi Pramadia

Pertamina Bidik Ekspor Solar ke Australia

Ekonomi ekspor pertamina Solar
Suci Sedya Utami • 05 Juni 2020 16:42
Jakarta: PT Pertamina (Persero) membidik peluang ekspor diesel atau solar ke Australia dan negara Asia Pasifik lainnya. Negara Kanguru tersebut masih mengalami kekurangan supply BBM solar.
 
Direktur Megaproyek Pengelolaan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang menyebutkan dalam neraca diesel negara-negara Asia Pasifik 2030, Australia diperkirakan mengalami defisit diesel mencapai 472 ribu barel per hari (bph).
 
Kemudian Filipina ditaksir defisit 152 ribu bph. Lalu Vietnam defisit 104 ribu bph, Selandia Baru defisit 40 ribu bph dan Papua Nugini 23 ribu bph.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka defisit, sangat kurang mereka. Australia adalah yang paling besar kebutuhan BBM-nya karena enggak punya kilang dan ini jadi peluang kita untuk ekspor produk diesel," kata dia dalam virtual conference, Jumat, 5 Juni 2020.
 
Ia menjelaskan produksi diesel Pertamina pun diperkirakan akan melebihi kebutuhan. Kelebihan tersebut bisa menjadi potensi untuk di ekspor ke negara lain.
 
"Kelebihan solar tadi enggak jadi masalah karena bisa kita ekspor ke negara yang membutuhkan," ujar Ignatius.
 
Lebih lanjut ekspor tersebut bisa dilakukan setelah proyek-proyek pembangunan kilang baru (Grass Root Refinary/GRR) dan revitalisasi kilang (Refinary Development Master Plan/RDMP) kelar dan beroperasi.
 
"Produk diesel kita akan berlebih setelah proyek RDMP dan GRR akan beroperasi," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif