Ilustrasi. Foto : MI.
Ilustrasi. Foto : MI.

Apindo: Butuh 1-2 Bulan Beradaptasi dengan Kenormalan Baru

Ekonomi apindo Kenormalan Baru
Antara • 28 Mei 2020 21:48
Solo: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta menyambut baik wacana kenormalan baru yang disiapkan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam rangka menghadapi pandemi covid-19.
 
"Paling tidak butuh waktu satu atau dua bulan bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan New Normal ini," kata Sekretaris Apindo Surakarta Wahyu Haryanto di Solo dikutip dari Antara, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Baru setelah itu, ujar dia, pihaknya optimistis dunia usaha akan cepat beraktivitas kembali dan diharapkan bisa mempekerjakan seluruh karyawannya lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, menurut dia, jika situasi mulai membaik dan pesanan kembali banyak, tidak menutup kemungkinan karyawan yang sempat dirumahkan akan dipanggil kembali.
 
"Kami optimistis dengan adanya wacana New Normal ini tetapi memang harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat, terutama yang berada di dunia usaha," kata Sekretaris Apindo.
 
Menurut dia, nantinya akan ada budaya baru di dalam perusahaan, di antaranya jadwal masuk kantor secara bergiliran, penerapan jaga jarak, dan perusahaan wajib menyediakan tempat cuci tangan di banyak titik.
 
"Sebetulnya untuk protokol kesehatan itu sudah kami terapkan, ke depan kemungkinan akan ditingkatkan lagi," katanya.
 
Salah satu yang bisa dilakukan, dikatakannya, mengatur jarak antara satu meja kerja dengan yang lain mengingat tidak semua jenis pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah.
 
"Kalau industri manufaktur kan harus datang ke pabrik. New Normal ini bisa mengembalikan kegiatan perusahaan lagi, tentu dengan protokol kesehatan yang wajib dipatuhi," katanya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memantau kemampuan daerah mengendalikan penularan virus corona penyebab covid-19 dan kesiapan daerah menerapkan tatanan kenormalan baru.
 
Kepala Negara mengatakan pelaksanaan tatanan kenormalan baru akan tergantung pada parameter epidemiologi yang menunjukkan tingkat penularan virus di masing-masing daerah.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif