Manajemen pengelolaan sampah. Foto : Medcom.id.
Manajemen pengelolaan sampah. Foto : Medcom.id.

BUMG Harus Dukung Kemandirian Gampong

Ekonomi aceh pengelolaan sampah
Antara • 25 Juli 2021 15:31
Banda Aceh: Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menyatakan keberadaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) harus mampu mendukung secara penuh kemandirian sebuah gampong.
 
“Sebelum membentuk BUMG, perkuat dulu komitmen bersama dan pelajari potensi bisnisnya,” kata Dyah Erti Idawati dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat 2021, di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Juli 2021.
 
Setiap gampong yang telah membentuk BUMG harus mempelajari apa yang sedang menjadi tren saat ini serta apa saja potensi unggulan gampong yang memiliki nilai jual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan melihat potensi yang ada, BUMG akan menjadi pelopor kebangkitan pembangunan ekonomi gampong dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Dalam pengelolaan sampah yang dilakukan BUMG Surien, Ia mengatakan dalam Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menghasilkan secara ekonomi tapi dapat meringankan beban Pemerintah Kota dalam pengelolaan sampah.
 
Dyah Erti bersama para peserta juga berkunjung ke Bank Sampah reduce, reuse, recycle (3R) Guna Bersama di Gampong Surien.
 
Bank Sampah tersebut merupakan BUMG milik Gampong Surien. Saat ini, Bank Sampah 3R Guna Bersama telah menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian dalam Program Memilah Sampah Menabung Emas.
 
Dengan mengikuti program tersebut, setiap sampah yang dihasilkan oleh masyarakat akan dikonversi menjadi tabungan emas di Pegadaian.
 
Vice Presiden PT Pegadaian Syariah, Ferry Hariawan mengatakan selama empat pekan ini, mulai 3 Juli sampai 24 Juli 2021, setiap Sabtu Pegadaian Syariah bekerja sama dengan Bank Sampah Gampong Surien melakukan kegiatan Pengumpulan Sampah.
 
Untuk setiap sampah jenis plastik dihargai Rp3 ribu per kg, sampah kertas Rp2.500 per kg, kardus Rp2 ribu per kg , dan logam Rp4 ribu per kg. Ada pun total sampah yang terkumpul dalam kegiatan itu sebanyak 1,71 ton atau senilai Rp5.203.000.
 
“Semua uang tersebut akan langsung dikonversikan dalam bentuk Tabungan Emas Pegadaian. Kami berharap dengan kegiatan tersebut dapat menggerakkan kembali kegiatan "Memilah Sampah Menabung Emas" di Gampong tersebut,” katanya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif