Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi - - Foto: MI/ Susanto
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi - - Foto: MI/ Susanto

Kemenhub Siapkan Roadmap Penggunaan Kendaraan Listrik

Ekonomi mobil listrik Kementerian Perhubungan Kendaraan Listrik
Antara • 19 Mei 2021 20:38
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Roadmap (Peta Jalan) penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia. Roadmap tersebut akan mempercepat penggunaan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi berbasis baterai secara massal.
 
"Roadmap ini telah kami koordinasikan dengan Kemenko Marves. Minggu depan akan kita presentasikan dalam satu diskusi yang lebih detail, sehingga bisa dijadikan pedoman atau patokan bagi stakeholder terkait," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pernyataan persnya, Rabu, 19 Mei 2021.
 
Di dalam rapat tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, Budi Karya menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan Kemenhub untuk mendorong percepatan program KBLBB di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antaranya yaitu menerbitkan beberapa regulasi, menggunakan KBLBB sebagai kendaraan operasional Kemenhub, mendorong angkutan umum seperti Transjakarta, Damri, Angkutan Bandara untuk menggunakan Bus dengan tenaga listrik, dan mendorong penggunaan bus listrik melalui Program Buy The Service (BTS) di beberapa kota.
 
Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah langkah yaitu merencanakan penggunaan KBLBB sebagai kendaraan operasional pada 3 (tiga) Kota Percontohan di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali.
 
“Kendaraan listrik juga bisa menjadi preferensi bagi Indonesia menjadi negara pengekspor kendaraan listrik, dan kita punya Pelabuhan Patimban yang sangat terbuka untuk dilakukan pengembangan industri mobil listrik. Karena memiliki car terminal yang memang diprioritaskan untuk melakukan ekspor ataupun antarkota,” tutur Menhub.
 
Ia mengharapkan dukungan dari pemangku kepentingan untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai kebutuhan massal di Indonesia. Misalnya kerja sama antara Kementerian ESDM dan PLN untuk menyediakan tempat pengisian (charging) di simpul-simpul transportasi yaitu di stasiun kereta api di Jakarta.
 
"Saya juga memberikan apresiasi kepada para pelaku industri otomotif dalam negeri yang sudah mulai memproduksi kendaraan listrik, dimana pemerintah telah mendukung pengembangan industri kendaraan listrik buatan dalam negeri dengan memperhatikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Diharapkan dengan adanya kebijakan ini dapat membuka banyak lapangan kerja," terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko yang juga selaku Ketua Persatuan Industri Kendaraan Listrik Indonesia menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya yang telah dilakukan Kemenhub untuk mendorong percepatan program KBLBB di Indonesia. Di antaranya yaitu membuat roadmap sebagai transisi penggunaan kendaraan listrik yang akan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri.
 
“Kita semua harus yakin bahwa pemerintah telah mengambil langkah yang cepat dan bijak dalam memutuskan bagaimana pembangunan kendaraan listrik harus segera terwujud dengan baik. Karena ini juga bagian dari tanggung jawab pemerintah Indonesia khususnya Presiden Indonesia atas protocol Paris untuk mereduksi gas CO2 dan polusi dengan penggunaan bus listrik, mobil/ motor listrik, dan sepeda listrik,” kata Moeldoko.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif