Ilustrasi Blok Rokan - - Foto: MI/ Susanto
Ilustrasi Blok Rokan - - Foto: MI/ Susanto

Pertamina Rampungkan 95% Mirroring Kontrak di Blok Rokan

Ekonomi Pertamina chevron Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 17 Juni 2021 16:06
Jakarta: PT Pertamina (Persero) terus melakukan persiapan dalam mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Salah satunya dengan menuntaskan mirroring kontrak.
 
Mirroring kontrak merupakan pengalihan kontrak-kontrak kerja sama existing antara penyedia jasa dan CPI sebagai kontraktor lama pada PHR. Saat ini proses mirroring kontrak telah mencapai 95 persen atau 276 dari 290 kontrak telah dialihkan.
 
"Proses pengadaan barang dan jasa di PHR untuk blok Rokan dilakukan dengan beberapa metode yaitu mirroring untuk kontrak existing yang ada di CPI dan pengadaan baru untuk kontrak yang belum ada di CPI maupun yang tidak bisa dilakukan mirroring," ujar Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin dalam keterangan resmi, Kamis, 17 Juni 2021.
 
Selain melalui mirroring kontrak existing dan pengadaan baru, juga terdapat kontrak melalui program Local Business Development (LBD). Saat ini terdapat 260 kontrak LBD yang akan diproses secara terpisah melibatkan sekitar 690 mitra LBD. Sosialisasi LBD tahap satu telah dilaksanakan pada akhir Mei, saat ini sedang dalam proses dan diharapkan minggu ketiga atau keempat Juni sudah bisa terjadi kontrak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PHR akan melakukan evaluasi kesempatan untuk meluaskan keterlibatan masyarakat sekitar dengan melibatkan BUMDesa. Komitmen kami untuk selalu melakukan perbaikan dalam program LBD serta memastikan program ini ke depannya dapat mengoptimalkan partisipasi masyarakat sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dari PHR untuk sama-sama mendukung kelancaran operasi PHR berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” tambah Jaffee.
 
Penyampaian informasi kemajuan dari proses alih kelola ini juga selalu disampaikan Pertamina kepada para stakeholder, antara lain Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan SKK Migas, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru, Kapolda Riau, Pangdam Bukit Barisan, serta komponen-komponen masyarakat seperti Lembaga Adat Melayu Riau, dan stakeholder lainnya.
 
"Hal ini kami lakukan agar para stakeholder dapat secara bersama-sama melihat kemajuan dari proses alih kelola yang saat ini sedang dijalankan serta untuk mendapatkan dukungan dan masukan positif agar proses dapat berjalan dengan lancar sesuai tata waktu sehingga pada 8 dan 9 Agustus 2021 nanti terjadi proses alih kelola yang seamless, tanpa jeda baik dari sisi operasi maupun penunjangnya," pungkas Jaffee.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif