Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pemerintah tak Bisa Sendirian, Pengadaan Vaksin Perlu Libatkan Swasta

Ekonomi BUMN vaksin covid-19
Eko Nordiansyah • 15 Oktober 2020 20:14
Jakarta: Pemerintah dinilai tidak bisa sendirian dengan hanya melibatkan perusahaan BUMN untuk pengadaan vaksin. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan, pemerintah juga perlu melibatkan pihak swasta untuk pengadaan vaksin covid-19.
 
Daeng menyebutkan, pemerintah harus bergerak cepat untuk mendapatkan vaksin covid-19 yang menjadi rebutan semua negara. Pasalnya bukan hanya Indonesia saja yang memerlukan vaksin, namun ada 216 negara yang juga membutuhkan vaksin covid-19.
 
"Maka semuanya harus dikerahkan baik dari sektor pemerintah harus berebut. Sektor swasta yang untuk masyarakat mandiri itu juga harus dibuka lebar supaya kebutuhan untuk Indonesia bisa tercapai," kata dia dalam webinar di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Daeng menambahkan, pengadaan vaksin oleh pemerintah melalui BUMN maupun swasta wajib telah melalui serangkaian uji coba. Termasuk uji klinis fase III sebagai syarat supaya vaksin bisa didistribusikan kepada masyarakat secara luas.
 
"Itu harus diyakini bahwa (vaksin covid-19) sudah selesai fase uji klinis fase III, itu yang paling penting. Siapapun yang melakukan pengadaan, apakah dari jalur pemerintah yang BUMN, maupun yang jalur swasta lewat pabrik swasta atau pedagang besar," jelas dia.
 
Ia menambahkan, vaksin covid-19 tidak hanya diuji efektifitas dan efisiensinya saja tetapi juga kualitasnya. Ada tiga tahap yang harus dilalui, yaitu uji laboratorium, uji percobaan, serta uji klinis yang meliputi tiga fase untuk membuktikan keamanan dan kemujarabannya.
 
"Ini untuk menguji keamanan, dan khasiat juga diteliti. Kalau uji laboratorium lolos, uji kedua lolos, maka dilanjutkan uji ketiga, ini ada tiga lapis. Ini uji ketiga ini uji klinis kepada manusia, memiliki tiga fase mulai fase I, fase II, dan fase III," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif