Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto: dok Kementerian Perdagangan.
Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto: dok Kementerian Perdagangan.

Mendag: Konflik Rusia-Ukraina Belum Berdampak bagi Kinerja Perdagangan Bilateral

Husen Miftahudin • 20 Maret 2022 09:55
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina belum berdampak terhadap kinerja perdagangan bilateral Indonesia dengan kedua negara tersebut.
 
"Ekspor dan impor Indonesia-Ukraina pada Februari 2022 masih menunjukkan peningkatan dan mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD3,60 juta," ucap Lutfi dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Sementara, lanjutnya, ekspor dan impor Indonesia-Rusia justru mengalami penurunan dan membukukan defisit perdagangan sebesar USD4,88 juta di periode yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika dilihat dari kontribusi ekspor Ukraina terhadap total ekspor Indonesia tercatat hanya 0,11 persen di Februari 2022 dan pangsa Rusia terhadap ekspor Indonesia hanya mencapai 0,76 persen," jelas dia.
 
Adapun neraca perdagangan mencatatkan kinerja positif pada Februari 2022 dengan surplus sebesar USD3,83 miliar. Surplus perdagangan ini disebabkan nilai ekspor Indonesia yang tercatat USD20,46 miliar lebih tinggi dari nilai impornya yang hanya USD16,64 miliar. Surplus perdagangan Januari 2022 hanya sebesar USD0,96 miliar.
 
"Surplus perdagangan Februari 2022 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020. Jika dibandingkan dengan periode Februari 2021 dan 2020 yang mengalami surplus sebesar USD1,99 miliar dan USD2,49 miliar, surplus perdagangan Februari 2022 lebih baik," tuturnya.
 
Ia menguraikan, surplus perdagangan Februari 2022 disumbang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD5,73 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar USD 1,91 miliar.
 
Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Jepang menyumbangkan surplus perdagangan terbesar yang mencapai USD3,14 miliar. Sementara itu, negara mitra sumber defisit perdagangan tertinggi adalah Tiongkok (USD0,86 miliar), Thailand (USD0,45 miliar), dan Australia (USD0,39 miliar).
 
Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Februari 2022 mengalami surplus USD4,79 miliar, melebihi surplus perdagangan periode Januari-Februari 2021 yang hanya mencapai USD3,95 miliar. Surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Februari 2022 sebesar USD8,02 miliar dinilai mampu menutupi defisit perdagangan migas yang mencapai USD3,24 miliar.
 
Surplus tertinggi periode kumulatif Januari-Februari 2022 berasal dari transaksi perdagangan dengan AS yang mencapai USD3,42 miliar, Filipina senilai USD1,26 miliar, dan India surplus senilai USD1,02 miliar.
 
"Tingginya surplus perdagangan Februari 2022 memberikan optimisme untuk mencapai target ekspor nonmigas di 2022 yang didukung peningkatan ekspor nonkomoditas yang bernilai tambah dan berdaya saing," pungkas Lutfi.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif