Industri pelayaran minta pemerintah formulasikan stimulus. Foto: Antara/Septianada
Industri pelayaran minta pemerintah formulasikan stimulus. Foto: Antara/Septianada

Industri Pelayaran Minta Pemerintah Formulasikan Stimulus

Ekonomi pelayaran Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Antara • 13 Mei 2020 17:22
Jakarta: Kalangan industri pelayaran minta pemerintah segera memformulasikan stimulus dunia usaha yang lebih masif guna menekan dampak akibat covid-19 yang sampai kini belum bisa diketahui sampai kapan berakhir.
 
Selain itu, pelaku industri pelayaran juga berharap pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas basis debitur yang mendapatkan restrukturisasi kredit, sehingga tidak terbatas pada debitur dengan plafon pinjaman Rp10 miliar.
 
"Industri yang terkena dampak covid-19 merata, mulai dari industri kecil dan menengah hingga industri besar. Saat ini kondisi yang dirasakan akibat dampak bukan cuman sektor UMKM namun sudah merambah ke industri besar yang salah satunya adalah industri pelayaran," kata Ketua Umum Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto seperti dikutip Antara, Rabu, 13 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak sebulan masa pandemi covid-19 di Indonesia, katanya, angkutan laut untuk penumpang sudah mengalami penurunan sebesar 50 persen-70 persen, ditambah lagi dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembatasan pergerakan orang, jumlah arus penumpang bisa dikatakan turun 100 persen. Sedangkan biaya operasional kapal tetap berjalan, termasuk biaya investasi berupa pokok dan bunga pinjaman bank.
 
Adapun sektor angkutan kontainer, satu bulan terakhir telah mengalami penurunan volume kargo karena dampak dari pembatasan operasional sektor industri di beberapa tempat. Di tengah situasi yang terjadi tersebut, pelaku usaha angkutan kontainer mengalami kesulitan pembayaran tagihan dari pelanggan.
 
"Di sisi lain operasional perusahaan harus tetap dijaga agar berjalan dengan baik terutama yang terkait dengan faktor keselamatan," katanya.
 
Turunnya harga minyak di saat pandemi covid-19, sangat berdampak pada sektor angkutan migas dan pelayaran lepas pantai. Sebagian besar perusahaan minyak melakukan efisiensi dan salah satunya adalah meninjau ulang harga sewa kapal hingga turun 30-40 persen.
 
"Beberapa sektor angkutan laut tersebut sudah merasakan himpitan yang besar seiring tekanan dari dampak pandemi yang melumpuhkan sebagian sektor ekonomi. Karena itu kami berharap pemerintah bisa segera merealisasikan relaksasi pinjaman akibat tekanan covid-19," katanya.
 
Dia menilai harus ada langkah cepat tepat dan berkesinambungan, dengan risiko yang terukur yang tidak bisa ditunda lagi, harus segera dilakukan, untuk melengkapi paket kebijakan pemerintah sebelumnya seperti stimulus pajak.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif