Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kebutuhan Batu Bara Domestik Terpenuhi di Tengah Pandemi

Ekonomi batu bara kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 10 April 2020 16:17
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara sepanjang kuartal I-2020 sebesar 143 juta ton. Realisasi tersebut mencapai 26 persen dari target produksi 550 juta ton di tahun ini.
 
Kementerian pun optimistis untuk porsi batu bara dalam negeri atau dikenal dengan Domestic Market Obligation (DMO) kebutuhannya akan terpenuhi dari produksi nasional. Kendati terjadi penurunan permintaan sebagai dampak melambatnya pengoperasian industri akibat pandemi covid-19.
 
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Komunikasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan DMO hingga kuartal I mencapai 31,53 juta ton atau 20 persen dari target DMO 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adanya pandemi covid-19 memang membuat permintaan batu bara dari industri turun. Tapi, realisasi tersebut sudah bisa menutupi kebutuhan domestik," kata Agung seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat, 10 April 2020.
 
Realisasi DMO batu bara tersebut, rinci Agung, terdiri atas penyediaan tenaga listrik (Perusahaan Listrik Negara/PLN) sebesar 25,6 juta ton. Adapun kebutuhan batu bara domestik untuk sektor nonkelistrikan umum mencapai 5,93 juta ton.
 
"Ini masih bisa mengkover kebutuhan PLN dan non kelistrikan umum," tegas Agung.
 
Pemerintah telah menargetkan jumlah DMO batu bara di tahun ini sebesar 155 juta ton. Agung menjelaskan ancaman koreksi harga batu bara di pasar global dipercaya mulai memengaruhi produksi dan penjualan batu bara di dalam negeri.
 
"Apabila pandemi covid-19 masih berlanjut, maka permintaan batu bara domestik diperkirakan turun sekitar lima persen," ujar Agung.
 
Pemerintah telah menetapkan harga jual batu bara untuk kelistrikan umum sebesar USD70 per ton di 2020. Sedangkan, harga jual batu bara untuk industri lain di dalam negeri mengacu pada Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan pemerintah setiap bulan.
 
"HBA April ditetapkan sebesar USD65,77 per ton atau turun USD1,31 per ton dari bulan sebelumnya USD67,08 per ton," tutur dia.
 
Meski begitu, pemerintah tetap memastikan akan menjaga permintaan batu bara untuk berbagai industri di dalam negeri dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri, meski di tengah pandemi. Hal ini mengingat produksi batu bara masih sesuai dengan rencana yang ditetapkan sehingga pasokan tetap terjaga.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif