Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Papua, Omah Laduani Ladamay - - Foto: Medcom/ Roylinus Ratumakin
Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Papua, Omah Laduani Ladamay - - Foto: Medcom/ Roylinus Ratumakin

Covid-19 Hantui PHK Massal di Papua

Ekonomi Virus Korona phk
Roylinus Ratumakin • 28 Maret 2020 19:37
Jayapura: Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok yang menghantui pekerja kantoran maupun sektor industri di Papua akibat pandemi virus korona atau covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Papua, Omah Laduani Ladamay mengatakan banyak karyawan di sejumlah sektor yang terpaksa dirumahkan akibat covid-19.
 
“Banyak sekali karyawan yang dirumahkan. Contohnya, okupansi atau tingkat hunian hotel dulunya bisa 70 persen kini turun tinggal 20 persen. Akibatnya, banyak pengusaha rugi, bahkan saya dengar sekarang sisa belasan,” kata Omah di Jayapura, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Jika kondisi tersebut terus berlanjut, banyak pekerja terancam PHK lantarab perusahan melakukan efesiensi atau menutup usahanya. Saat ini, pekerja yang dirumahkan hanya diberi gaji pokok tanpa tunjangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau dirumahkan (karyawan) hanya bisa dibayar gaji pokok. Mudah-mudahan ini tidak terjadi. Wabah korona ini cepat berlalu sehingga tidak berdampak pada ekonomi,” ujarnya.
 
Sementara itu, sebagian karyawan masih bekerja dari rumah maupun bekerja di kantor seiring penerapan kebijakan social distancing di seluruh Indonesia. “Masalah dampak dari korona ini kita tidak tahu, siapa yang sudah terdampak atau belum. Orang sehat bisa saja terjangkit karena walau dampaknya tidak ada untuk itu dibatasi aktivitasnya. Kalau Kepala Bidang dan petugas keamanan masih bisa masuk tapi karyawan kami tidak bisa dipaksakan karena keadaan sekarang ini,” katanya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif