Ilustrasi. Foto: MI/Haryo Prasetyo
Ilustrasi. Foto: MI/Haryo Prasetyo

Dampak Covid-19, Harga Kopi di Bengkulu Anjlok

Ekonomi kopi virus corona
Antara • 04 Juni 2020 17:16
Bengkulu: Petani kopi di Bengkulu mengeluhkan harga jual kopi yang turun hingga Rp16 ribu per kilogram (kg) semenjak masa pandemi covid-19 mewabah ke daerah itu.
 
Salah satu petani kopi, David, mengatakan sebelum pandemi covid-19 harga jual kopi bisa mencapai di atas Rp21 ribu per kg.
 
Dengan harga jual saat ini, David bersama petani kopi lainnya di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu memilih menunda memanen kopi karena harga yang dianggap tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan saat panen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena dengan harga jual Rp16 ribu, dan paling tinggi Rp18 ribu per kg itu tidak sesuai, karena ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan mulai dari upah petik, dan juga upah angkut dari kebun," kata dia seperti dilansir Antara, Kamis, 4 Juni 2020.
 
Hal senada juga diungkapkan salah satu pengusaha kopi Bengkulu, Hery Supandi yang menyebut anjloknya harga kopi ini merupakan dampak pandemi covid-19.
 
Menurutnya, semenjak pandemi covid-19 permintaan kopi di pasaran menurun drastis, sehingga berpengaruh pada harga jual ditingkat petani.
 
"Kalau sebelumnya saya biasa beli kopi asalan dari petani itu diharga Rp21 ribu per kilogram dan kalau kopi premium sebelumnya Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kg, sekarang harganya di bawah itu karena permintaan kopi sedikit," paparnya.
 
Selain itu, kata Hery, akibat dampak pandemi covid-19, ia terpaksa membatalkan pengiriman kopi Bengkulu ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
 
Padahal sebelumnya ia telah membuat perjanjian kerjasama dengan pengusaha kopi di Bandung untuk menjual kopi Bengkulu sebanyak satu ton.
 
Hery berharap rendahnya permintaan kopi yang akhirnya berpengaruh dengan anjloknya harga kopi Bengkulu ditingkat petani bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.
 
"Terpaksa dibatalkan karena covid-19 ini, tetapi untung saja pada waktu itu saya belum memesan atau membeli pada petani," pungkas Hery.

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif