Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : MI.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : MI.

Daftar Industri yang Mendapat Pukulan Keras Covid-19

Ekonomi Virus Korona kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 07 April 2020 20:22
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah melakukan pemetaan terhadap sektor-sektor industri yang terdampak virus korona (covid-19). Secara umum, hampir semua sektor industri terkena dampak sehingga perlu diberi perhatian lebih.
 
“Di antaranya yang mengalami hard hit seperti industri otomotif, industri besi baja, industri pesawat terbang dan MRO, kereta api dan galangan kapal, industri semen, keramik, kaca, industri regulator, peralatan listrik, dan kabel, industri elektronika dan peralatan telekomunikasi, industri tekstil, industri mesin dan alat berat, serta industri meubel dan kerajinan,” papar Agus melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2020.
 
Sementara itu, industri yang terdampak moderat antara lain industri petrokimia dan industri karet. Sedangkan industri yang memiliki permintaan tinggi yang bisa memperkuat neraca perdagangan, antara lain industri makanan dan minuman, industri farmasi dan fitofarmaka, serta industri alat pelindung diri (APD), alat kesehatan dan ethanol, masker, dan sarung tangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus juga menyampaikan industri dalam negeri yang memiliki kemampuan untuk mendukung penanganan covid-19, antara lain industri Alat Pelindung Diri (APD), dengan memiliki kapasitas produksi sebesar 18,3 juta pcs per bulan, industri farmasi dan obat, yang menghasilkan obat chloroquine dengan kapasitas 2,9 juta tablet per bulan, vitamin C 18 juta tablet per bulan, dan suplemen bahan alam 72 juta kapsul per bulan.
 
Selanjutnya, industri masker yang saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 318 ribu pcs per bulan, industri sarung tangan karet dengan kapasitas 8,6 miliar pcs per bulan, serta industri lain seperti ethanol dan hand sanitizer.
 
Agus menambahkan akibat penyebaran covid-19 yang cukup luas membuat beberapa sektor industri terdampak sehingga mengakibatkan beberapa permasalahan secara umum seperti kontrak pembayaran tertunda.
 
“Terdapat beberapa kontrak pembayaran yang tertunda bahkan ada yang mengalami pembatalan order,” ujarnya.
 
Dampak selanjutnya adalah penurunan utilisasi yang diakibatkan oleh turunnya permintaan dan penjualan pada beberapa industri. Kemudian, terjadi PHK akibat dari kapasitas produksi yang menurun, harga bahan baku dan penolong naik karena asal negara impor yang terbatas aksesnya, kurs dolar yang meningkat, serta adanya larangan untuk beroperasi bagi industri di beberapa wilayah.
 
“Terkait dengan regulasi dan deregulasi tentang covid-19 untuk sektor industri, Kemenperin sedang mengusulkan industri yang diberikan kemudahan dalam penerbitan perizinan berusaha beberapa bidang usaha,” tutur Menperin.
 
Perusahaan tersebut di antaranya mereka yang menghasilkan baju pelindung, face shield, shoe cover, masker nonmedis, masker medis, hand sanitizer dan disinfektan, sepatu boots dari karet, sarung tangan karet, farmasi, thermometer, ventilator serta goggles atau kacamata pelindung.
 
Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Agus mengupayakan bakal terus meningkatkan koordinasi dalam menjaga pemenuhan pasokan alat medis kesehatan dan farmasi, termasuk alat perlindungan diri penanganan covid-19. Agus juga telah menyusun skenario dampak ringan, menengah sampai skenario terburuk akibat terjadinya pandemi covid-19, serta melakukan pemetaan struktur pasar dan sektor industri yang akan dibangun saat ini dan usai wabah berakhir.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif