Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Relokasi Pabrik, BKPM Pastikan Juli 2020 Ada Groundbreaking

Ekonomi BKPM Investasi Asing
Antara • 09 Juli 2020 17:38
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pada Juli 2020 dipastikan beberapa perusahaan akan meresmikan atau memulai pembangunan (groundbreaking) pabrik yang direlokasi dari negara lain ke Indonesia.
 
"Beberapa perusahaan itu akan memasuki fase groundbreaking pada Juli 2020 ini, dan perusahaan tersebut telah memenuhi (syarat) dan kami fasilitasi mengenai lokasi investasinya," kata Bahlil di Kantor Presiden dalam konferensi pers reguler berbahasa Inggris di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 9 Juli 2020.
 
Beberapa perusahaan yang akan meletakkan batu pertama untuk pembangunan itu merupakan bagian dari tujuh perusahaan yang memastikan untuk relokasi pabrik ke Indonesia pada Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain tujuh perusahaan yang memastikan relokasi pabrik, kata Bahlil, terdapat 17 perusahaan mancanegara lainnya yang sedang intensif berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan relokasi pabrik.
 
Baca: Jokowi Izinkan 7 Perusahaan Asing Pindah ke Indonesia
 
Progres ke-17 perusahaan tersebut untuk relokasi pabrik ke Tanah Air, kata Bahlil, sudah mencapai 80 persen. "Dan di 2020 ini, prosedur perizinan investasi mereka akan selesai," ujar dia.
 
Dari tujuh perusahaan yang dipastikan relokasi, pabriknya berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Total keseluruhan nilai investasi dari ketujuh perusahaan tersebut adalah USD850 juta atau Rp11,9 triliun.
 
Ketujuh perusahaan itu adalah Alpan Lighting (PT CDS Asia) dari Amerika Serikat dengan bidang usaha industri lampu dengan tenaga surya, Sagami Electric (PT Sagami Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri komponen elektronika, Denso (PT Denso Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri suku cadang kendaraan bermotor.
 
Kemudian, Panasonic (PT Panasonic Manufacturing Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri barang elektronika. Meiloon (PT. Meiloon Technology Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri speaker, audio dan video elektronik, Kenda Tire (PT. Kenda Rubber Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri ban, dan LG Electronics (PT. LG Electronics Indonesia) dari Korea Selatan, bidang usaha industri perlengkapan elektronika.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif