Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN

Erick: Saham BUMN Melejit di Masa Pandemi

Ekonomi BUMN Saham Erick Thohir pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 18 November 2020 14:48
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut saham-saham milik perusahaan pelat merah justru melejit di masa pandemi covid-19. Saham perusahaan BUMN meningkat sebesar 19,7 persen dibanding saham lainnya.

Bahkan, saham LQ45 pun hanya meningkat 10 persen. "Yang menarik bahwa salah satu yang lagi hot di bursa justru saham-saham BUMN, 19,7 persen peningkatan saham BUMN dibandingkan saham lainnya," kata Erick dalam program wajah Indonesia 2020 Metro TV, yang dikutip dariakun youtube Metro TV, Rabu, 18 November 2020.
 
Erick menjelaskan peningkatan nilai saham ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan negara bertambah besar. Apalagi sejak transformasi yang dilakukan BUMN saat ini membuat masyarakat kian percaya.
 
Adapun saham-saham BUMN yang diincar yakni di sektor farmasi seperti PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk. Kedua perusahaan farmasi tersebut dianggap konsisten dengan format transformasi yang sudah direncanakan sejak awal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Kimia Farma memang diminta untuk fokus pada produksi obat-obatan dan membantu Indonesia untuk tidak bergantung pada obat impor. Kemudian Indofarma Akan difokuskan untuk mengembangkan industri obat herbal.
 
"Herbal harus dikembangkan seperti di Tiongkok," tutur Erick.
 
Sementara itu, PT Bio Farma memang tidak melantai di bursa. Namun Erick berencana memfokuskan BUMN itu dalam memproduksi vaksin kelas dunia. Bio Farma saat ini telah memproduksi 15 macam vaksin di banyak negara dengan kapasitas dua miliar.
 
Untuk vaksin covid-19, Erick mengakui masih dalam tahap belajar dan menggunakan bahan baku dari luar negeri. Namun demikian, produksi vaksin covid-19 Bio Farma pada Desember mendatang akan ditingkatkan menjadi 250 juta.
 
"Kita kerja sama dengan Sinovac, CEPI untuk Bio Farma jadi pusat daripada produksi vaksin untuk kawasan Asia Tenggara, selain untuk kebutuhan kita," jelas Erick.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif