Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Mendag: Penjualan MLM Berkontribusi Pulihkan Ekonomi

Ekonomi transformasi digital Pemulihan Ekonomi Nasional
Ilham wibowo • 28 Oktober 2020 15:45
Jakarta: Penjualan dengan sistem multi level marketing (MLM) atau kerap disebut penjualan langsung dinilai punya kontribusi menjaga roda perekonomian di Indonesia tetap berputar. Sistem bisnis yang mengandalkan jaringan pemasaran para mitra usahanya ini mampu bertahan di tengah pandemi covid-19.
 
"Sektor usaha MLM memberikan kontribusi yang berarti terhadap perekonomian nasional," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto saat membuka pameran virtual Indonesia Direct Selling 4.0 Expo, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Agus mendukung segala upaya pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan transaksi perdagangan produk domestik. Perusahaan yang bergerak di sektor MLM, kata dia, masih bisa memaksimalkan kinerja pertumbuhan dengan transformasi digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Konsep bisnis penjualan langsung menjadi keunggulan karena penjualan langsung telah memiliki konsumen tetap yang pada masa sekarang ini relatif cukup sulit untuk dibangun,” ujar Agus.
 
Berdasarkan laporan kegiatan tahunan dari 147 perusahaan, perusahaan penjualan langsung Indonesia berhasil mencatatkan transaksi penjualan sebesar Rp14,7 triliun dengan melibatkan 5,3 juta mitra usaha pada 2019.
 
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi para mitra usaha, sektor penjualan langsung juga turut berkontribusi menjaga keberlangsungan usaha produsen dalam negeri. Sebanyak 51,86 persen jenis produk yang dijual merupakan produk dalam negeri.
 
Menurut Mendag, hasil survei yang dilakukan Kementerian Perdagangan menunjukkan usaha penjualan langsung dapat berguna sebagai sarana bagi para pelajar dan mahasiswa mengasah mental kewirausahaan yang tangguh. Akan tetapi hasil survei juga menunjukkan adanya sejumlah kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha penjualan langsung.
 
Kendala terbesar yaitu adanya pandangan negatif masyarakat terhadap bisnis penjualan langsung. Contoh penyebabnya yakni adanya berbagai penawaran program yang menyalahi aturan.
 
"Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan asosiasi di bidang penjualan langsung, dan lembaga pemerintah terkait untuk secara aktif memajukan industri penjualan langsung. Caranya dengan meningkatkan edukasi dan literasi tentang usaha penjualan langsung agar citra usaha di mata masyarakat dapat menjadi lebih baik, sehingga dapat meningkatkan penjualan," ungkapnya.
 
Ia menambahkan bahwa berkembangnya teknologi digital ikut mengubah strategi penjualan di sektor usaha penjualan langsung. Aktivitas yang efisien memungkinkan perusahaan terhubung semakin dekat dengan para mitra usahanya dan membantu para mitra usahanya merencanakan serta mencapai keuntungan yang dijanjikan.
 
"Kami percaya, para pelaku penjualan langsung yang memiliki karakter gigih dan ulet akan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk berinovasi dan beradaptasi dalam melakukan penjualan," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif