Ilustrasi kilang minyak Pertamina. Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Ilustrasi kilang minyak Pertamina. Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Proyek RDMP Balongan Diharapkan Bisa Kurangi Impor

Ekonomi kilang minyak pertamina
Medcom • 04 Desember 2020 15:04
Jakarta: Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan diharapkan dapat memberi manfaat besar bagi perekonomian nasional. Proyek tersebut ditaksir bisa menghemat cadangan devisa negara melalui pengurangan impor gasoline dan petrokimia.
 
"Kita saat ini masih bergantung dengan bahan baku petrokimia. Kebanyakan kan impor. Jadi, ketika proyek ini selesai, diharapkan bisa mengurangi impor," kata Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Saat berkunjung ke lokasi yang terletak di Cirebon, pekan lalu, Nyoman Parta mengatakan RDMP Balongan harus memfokuskan diri pada produk petrokimia. Alasannya, produk tersebut bermanfaat bagi masyarakat, antara lain untuk pupuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nyoman Parta berharap PT Pertamina (Persero) bisa menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Mengingat, saat meninjau ke sana, perkembangan fase pertama sudah sesuai rencana.
 
Baca: Pembangunan Kilang Pertamina Terus Berjalan di Tengah Pandemi
 
Pertamina mencatat pengerjaan fase pertama proyek ini adalah pelaksanaan engineering procurement and construction (EPC). Pengerjaan dilakukan mulai tahun depan. Selanjutnya, pada 2022 direncanakan pelaksanaan commissioning and start up.
 
Nyoman Parta menyatakan proyek RDMP Balongan masih sangat dibutuhkan karena Indonesia belum bisa beralih penuh pada energi baru terbarukan (EBT).
 
"Ketika nanti ada EBT, tentu harus ada persiapan. Mana kebutuhan yang masih bisa dilayani dari hasil energi fosil dan mana yang bisa dilayani dengan EBT," kata dia.
 
Legislator itu juga mendukung target penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50 persen pada fase I. Hal ini sebagai komitmen untuk turut memutar roda perekonomian nasional.
 
"Untuk apa membangun industri jika komponennya kebanyakan dari luar negeri," ujar dia.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif