Foto: AFP.
Foto: AFP.

Digitalisasi Jadi Kunci Tingkatkan Produksi Migas Nasional

Ekonomi migas SKK Migas layanan digital
Suci Sedya Utami • 04 Desember 2020 20:09
Jakarta: Pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak sebesar satu juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd). Salah satu kunci untuk mencapai peningkatan tersebut yakni dengan menerapkan digitalisasi.
 
Di industri hulu migas, penerapan operasional berbasis digital merupakan sebuah keharusan agar perusahaan bisa menjalankan kegiatan lebih efisien. Terlebih ketika industri hulu migas di seluruh dunia harus berjibaku mempertahankan level operasional yang optimal saat menghadapi wabah pandemi covid-19 dan penurunan harga minyak.
 
Dalam acara International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas (IOG) 2020, Kepala Divisi MSTI SKK Migas Rendra Utama mengatakan digitalisasi adalah bagian dari transformasi SKK Migas dan telah diterapkan secara berkelanjutan. Ia bilang mnfaatnya sangat dirasakan dalam mendukung tugas SKK Migas melakukan pengawasan ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SKK Migas mendorong digitalisasi di KKKS dan integrasi dengan sistem yang ada di SKK Migas agar mempercepat proses, akurasi data dan pengambilan keputusan, serta tentu saja ada efisiensi proses yang menjadi nilai tambah industri hulu migas nasional.
 
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan pada umumnya industri hulu migas berada di remote area. Maka keberhasilan menerapkan operasional secara digital akan sangat berdampak pada efektifitas dan efisiensi operasional.
 
"Digitalisasi melalui integrated operation center (IOC) dan lainnya yang sudah dilakukan SKK Migas, sangat dirasakan manfaatnya, di tengah pandemi covid-19 dan harga minyak yang masih rendah kinerja sampai triwulan III-2020 dengan lifting minyak mencapai 100,3 persen serta prognosa proyek 2020 yang akan bisa diselesaikan sebanyak 14 proyek dari target 12 menegaskan pentingnya digitalisasi," kata Julius, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Dalam kesempatan yang sama, Shaharudin Hamid Mustapha dari Petronas menceritakan kisah sukses penggunaan teknologi dan digitalisasi yang kemudian menghasilkan efisiensi dan efektivitas di perusahaan tempatnya bekerja. Petronas menerapkan transformasi digital pada kegiatan peningkatan produksi. Semua fungsi di Petronas terkoneksi dalam suatu teknologi digital yang disimpan dalam cloud, sehingga dapat berbagi data dan berinteraksi.
 
"Sekarang keberhasilan digitalisasi untuk peningkatan produksi kami kembangkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan lainnya," kata Shaharudin.
 
Senada, Boston Consulting Group Jamie Webster mengatakan mengikuti perkembangan teknologi merupakan hal penting untuk mendukung peningkatan produksi migas. Ia bilang digitalisasi akan sangat mendukung perusahaan untuk mempercepat proses kerja maupun pengambilan keputusan.
 
"Teknologi dan digitalisasi akan sangat membantu perusahaan, karena dapat digunakan untuk meminimalkan salah satu momok industri migas yaitu dry hole, termasuk menggunakan kecerdasan buatan baru (artificial intelligence) untuk mensimulasikan pemboran," jelas Jamie.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif