Direktur Jenderal IKFT Kemenperin Muhammad Khayam. FOTO: Kementerian Perindustrian
Direktur Jenderal IKFT Kemenperin Muhammad Khayam. FOTO: Kementerian Perindustrian

Industri Kimia dan Farmasi Siap Adopsi Teknologi 4.0

Ekonomi industri farmasi Kementerian Perindustrian Revolusi Industri 4.0
Husen Miftahudin • 28 November 2020 10:16
Jakarta: Kementerian Perindustrian terus mengukur kesiapan industri manufaktur Tanah Air dengan melakukan penilaian melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Kriteria penilaian INDI 4.0 di antaranya dampak pada transformasi industri 4.0 terhadap peningkatan produktivitas, dan efisiensi produksi.
 
Selain itu, kriteria penilaian lainnya yakni kinerja ekspor perusahaan, dan penerapan teknologi industri 4.0 selama pandemi. Dari hasil verifikasi dan validasi tersebut, sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) menjadi sektor yang paling siap dalam melakukan transformasi industri 4.0. Berikutnya adalah sektor industri tekstil.
 
Direktur Jenderal IKFT Kemenperin Muhammad Khayam mengungkapkan penilaian INDI 4.0 terdiri dari empat tingkat. Untuk skor 1 adalah industri di tahap kesiapan awal, kemudian skor 2 industri pada tahap kesiapan sedang, skor 3 industri yang sudah pada tahap kesiapan matang, dan skor 4 menandakan industri tersebut sudah menerapkan industri 4.0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Target INDI 4.0 tahun ini untuk sektor IKFT sudah tercapai dan akan terus ditingkatkan jumlah peraihnya. Kami mengapresiasi terhadap capaian tahun ini. Sebab, akan memacu kami lebih aktif lagi dalam mendorong sektor IKFT untuk bisa mengadopsi teknologi industri 4.0," ujar Khayam, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 28 November 2020.
 
Khayam menargetkan sebanyak 16 perusahaan dari sektor IKFT akan mampu menembus skor lebih dari tiga pada penilaian INDI 4.0 tahun depan. Sementara itu, di 2024 diproyeksi bisa mencapai 21 perusahaan. Pihaknya optimistis target itu tercapai, karena industri kimia merupakan salah satu sektor manufaktur yang lebih dahulu masuk pada era industri 3.0.
 
"Industri kimia termasuk yang cepat memasuki era revolusi industri 3.0 karena banyak tahapan produksi yang sulit untuk dilakukan oleh manusia. Alhasil, otomatisasi menjadi jawaban agar proses produksinya lebih efisien," paparnya.
 
Khayam menegaskan pihaknya akan mengarahkan sektor IKFT untuk segera mengadopsi teknologi industri 4.0 tanpa mengurangi tenaga kerja. "Artinya, penggunaan teknologi yang akan didorong adalah yang dapat memecahkan bottleneck dalam proses produksi," imbuh dia.
 
Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri kimia menjadi sektor yang mendapat prioritas pengembangan awal dalam upaya penerapan industri 4.0. "Pemerintah sendiri telah memasukkan industri farmasi dan alat kesehatan sebagai dua sektor tambahan, karena permintaan produk-produknya di pasar yang meningkat," pungkas Khayam.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif